BANJARAN, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat sinergi dengan TNI dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Program Cikabayam (Citarum, Kambing, Kerbau, dan Ayam) yang diinisiasi Kodam III/Siliwangi sebagai upaya mendorong kemandirian pangan berbasis peternakan di tingkat masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kunjungan kerja Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb di kawasan Gumuruh III, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan panen perdana ayam pedaging, penyaluran bantuan ayam kepada masyarakat, serta peninjauan pembangunan Kawasan Demplot Ketahanan dan Kemandirian Pangan Masyarakat (KDKMP) Kodim 0624/Kabupaten Bandung.
Wabup Bandung Ali Syakieb mengapresiasi pelaksanaan Program Cikabayam yang dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wabup berharap bantuan ayam yang diberikan kepada warga dapat dipelihara dan dikembangbiakkan sehingga memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Hasil ayam ini bukan untuk dijual, tapi juga untuk dikonsumsi. Harapan saya dan kita semua, masyarakat ini ke depannya bisa lebih mandiri lagi. Tadi dikasih lima ayam, ke depannya bisa diternakkan. Telurnya boleh dijual boleh juga dikonsumsi sendiri,” ujar Ali Syakieb.
Ali menegaskan Pemkab Bandung akan terus mendukung berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung semua program-program dari TNI, Polri, dan berbagai unsur. Yang namanya untuk kemaslahatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya Pak Bupati, pasti akan mendukung,” kata dia.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan bahwa Program Cikabayam akan terus dikembangkan melalui kegiatan peternakan ayam dan kambing di setiap satuan jajaran Kodam III/Siliwangi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.
“Setiap satuan saya perintahkan untuk melaksanakan kegiatan peternakan, khususnya kambing dan ayam,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 250 ekor ayam dibagikan kepada masyarakat. Pangdam berharap bantuan tersebut dipelihara dan dikembangbiakkan sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan keluarga.
“Harapannya setiap rumah tangga ada ayam yang dipelihara untuk ketahanan pangan mereka masing-masing,” kata Kosasih
Pangdam juga menjelaskan kawasan Cikabayam saat ini memiliki dua kandang ayam pedaging dengan kapasitas masing-masing sekitar 3.000 ekor atau total sekitar 6.000 ekor ayam. Selain itu, kawasan tersebut juga mengembangkan peternakan domba Garut, domba asal Australia, serta domba Dorper melalui program persilangan guna meningkatkan produktivitas ternak.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan turut meninjau kandang ayam petelur yang menjadi bagian dari kawasan Cikabayam. Salah satu pengelola kandang, Agus menjelaskan bahwa saat ini terdapat 2.634 ekor ayam petelur dengan produksi sekitar 2.300 hingga 2.350 butir telur atau sekitar 135 kilogram per hari.
Menurut Agus, hasil produksi telur telah dipasarkan ke sejumlah grosir di wilayah Banjaran dan sekitarnya. Kini, peternakan ayam petelur tersebut telah beroperasi kurang dari satu tahun dan menjadi salah satu upaya mendukung ketersediaan pangan di wilayah setempat.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan TNI, Program Cikabayam diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam mengembangkan peternakan skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.***







