Bale Jabar

Antisipasi Corona, Ridwan Kamil :  14 Hari Siswa Belajar di Rumah

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat konferensi pers Jabar Siap Menghadapi COVID-19 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3). by saifal/bbcom

BANDUNG, Balebandung.com – Pemprov Jawa Barat menegaskan mulai Senin (16/3/20) seluruh siswa sekolah mulai PAUD sampai SMA belajar di rumah selama 14 hari. Perguruan tinggi pun dihimbau melakukan hal serupa. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengumumkan hal tersebut saat konferensi pers Jabar Siap Menghadapi COVID-19 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3/20).

Gubernur menyatakan selama belajar di rumah, para siswa diberikan kurikulum khusus oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, yakni terkait update informasi Virus Corona.

“Jadi, mulai besok para siswa belajar di rumah. Disediakan kurikulum khusus oleh Disdik, belajar secara interaktif di rumah lewat handphone terakit edukasi Virus Corona yang disampaikan oleh guru-gurunya dengan sistem daring,” kata Ridwan Kamil kepada wartawan.

Ridwan berharap para siswa bisa  menjadi agen perubahan dalam pencegahan penyebaran Virus Corona. “Mereka nantinya akan menjadi agen perubahan untuk orangtua, tetangga, bahkan teman-temannya di sekolah maupun lingkungan,” ucapnya.

Kang Emil juga mengapresiasi para kepala daerah yang responsif dan telah mengumumkan belajar di rumah, agar tidak terjadi interaksi massal guna mencegah penyebaran Virus Corona. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para kepala daerah soal belajar di rumah ini.

“Saya apresiasi kepala daerah telah mengumumkan belajar di rumah kemarin. Pada hari ini, Pemprov Jabar menegaskan hal tersebut, agar kalangan siswa belajar di rumah dengan sistem daring melalui HP dengan kurikulum yang telah disiapkan oleh Disdik,” tandasnya.

Sedangkan untuk kegiatan di ruang terbuka, Emil mengaku sudah kooordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengukur agenda kegiatan yang mengundang massa. Apabila kegiatan terbuka itu bisa mengundang massa banyak, bisa dihentikan.

“Karena statusnya tidak lock down, saya imbau masyarakat menghindari keramaian. Berbeda dengan yang akan berangkat bekerja dan harus menggunakan transportasi umum, agar selalu berhati-hati dan waspada, serta terus berdayakan kebersihan diri,” terangnya.

Emil pun menyebutkan, pihaknya telah mengurangi kegiatan di Gedung Sate, termasuk melakukan hubungan dengan karyawan atau kepala dinas cukup dengam menggunakan teleconference.

“Gedung Sate mengurangi kegiatan dan untuk sementara tidak untuk umum, termasuk gedung-gedung yang ada di bawah naungan Pemprov Jabar,” ujarnya. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close