Bale Bandung

Atasi Banjir Cieunteung, BBWS Citarum Ajukan Rp100 Miliar ke APBN

×

Atasi Banjir Cieunteung, BBWS Citarum Ajukan Rp100 Miliar ke APBN

Sebarkan artikel ini
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Yudha Mediawan
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Yudha Mediawan
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Yudha Mediawan

BALEENDAH – Penanganan banjir yang sering terjadi di Kampung Cieunteung, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung terus dilakukan. Kali ini Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) mengajukan anggaran ke APBN 2017 untuk pengadaan lahan kolam retensi banjir di Kampung Cieunteung sebesar Rp 100 miliar.

Kepala BBWS Citarum Yudha Mediawan mengungkapkan saat ini sebagian pembebasan lahan sudah dilakukan dan ditargetkan semua lahan sudah bisa dibebaskan pada 2017.

“Memang saat ini sudah ada daftar nominatif untuk dilakukan pembayaran pembebasan lahan ini. Meski demikian, kami masih menunggu daftar nominatif tersebut secara keseluruhan,” ungkap Yudha kepada wartawan di bantaran Sungai Citarum, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Kamis (27/10).

Target pembebasan lahan pun akan sama dengan mengalirnya anggaran dari pemerintah pusat yakni di tahun 2017. “Anggaran ini kita disediakan pada 2017 untuk pembayaran pembebasan lahan yang ada di Cieunteung. Dengan anggaran Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan dan diharapkan bisa tuntas di tahun 2017,” terangnya.

Mengenai pembebasan lahan milik PT KAI yang ditempati warga di RW09 Kampung Cieunteung, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada PTKAI dan sudah dilakukan koordinasi. “Kita tidak bisa melakukan pembayaran pembebasan lahan bagi warga yang di luar lahan PT KAI. Kalau kami membayar ganti rugi bagi warga yang menempati lahan PT KAI, berarti kami menyalahi aturan. Penggantian bangunan yang menempati lahan PT KAI itu kita serahkan ke PT KAI selaku pemilik lahan,” tegasnya.

Disinggung mengenai upaya penanganan banjir yang kerap terjadi di kawasan Kabupaten Bandung seperti di Kampung Cieunteung dan sekitarnya, Yudha menjelaskan, hal itu disebabkan adanya genangan lokal, selain luapan Sungai Citarum.

Penanganan banjir di Citarum hulu, lanjut Yudha, dilakukan langkah struktural dan non-struktural. Upaya struktural bisa dilakukan melalui cara pembangunan konstruksi, sedangkan upaya non-struktural salah satunya dilakukan melalui penghijauan.

“Seperti di Baleendah itu kombinasi antara genangan lokal dan luapan Citarum. Kalau genangan lokal seperti aliran air dari Cigado bisa ditangani oleh Folder Cieunteung dan Floodway Cisangkuy,” ungkapnya. Namun ditegaskan Yudha dengan dibangunnya kolam retensi dan Folder Cienteung setidaknya bisa mengatasi banjir yang menjadi langganan di kawasan tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]