Bale Bandung

Balong Toha: Lubang Ledakan yang Jadi Sejarah di Dayeuhkolot

×

Balong Toha: Lubang Ledakan yang Jadi Sejarah di Dayeuhkolot

Sebarkan artikel ini

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Banyak orang mengenal nama Mohammad Toha sebagai pahlawan Bandung Lautan Api. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa jejak ledakan yang dilakukannya masih ada hingga sekarang di Kabupaten Bandung, tepatnya di Kecamatan Dayeuhkolot.

Tempat itu dikenal masyarakat sebagai Balong Toha, di Kampung Bojongasih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, tepat di depan Markas Zeni Tempur 3/Yudha Wyogrha. Balong Toha pun ditetapkan sebagai situs bersejarah oleh Kodam III/Siliwangi.

Dari luar, tempat ini tampak seperti kolam biasa yang sering dipakai warga untuk memancing atau sekadar duduk-duduk. Airnya berwarna coklat kehijauan, di sekitarnya terdapat pepohonan dan beberapa warga yang datang pada sore hari.

Namun sedikit orang tahu, kolam tersebut sebenarnya adalah bekas lubang ledakan gudang mesiu Belanda yang diledakkan M Toha pada 10 Juli 1946.

Peristiwa itu terjadi sekitar empat bulan setelah Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946. Saat itu, tentara Sekutu dan Belanda masih berusaha menguasai kawasan Dayeuhkolot dan Bandung Selatan. Salah satu sasaran penting adalah gudang amunisi milik Belanda di Dayeuhkolot.

Toha bersama Mohammad Ramdan kemudian menjalankan misi berbahaya: menyusup ke gudang mesiu dan meledakkannya. Ledakan besar itu berhasil menghancurkan gudang amunisi, tetapi Toha dan Ramdan gugur di tempat.

Bekas ledakan itulah yang kemudian membentuk kubangan besar. Lama-kelamaan kubangan tersebut dipenuhi air dan menjadi kolam yang kini dikenal sebagai Balong Toha.

Kolam itu memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi dengan kedalaman sekitar 3,5 meter. Sampai sekarang, bentuk cekungan bekas ledakan masih dapat dilihat.

Pada 10 November 1957, bertepatan dengan Hari Pahlawan, dibangunlah monumen di lokasi tersebut. Pembangunan dipimpin oleh Letnan Alibasyah bersama sejumlah anggota tentara, lurah, pegawai, dan tokoh masyarakat.

Dana yang dibutuhkan saat itu mencapai Rp12.000, jumlah yang cukup besar pada masanya. Namun karena banyak warga ikut membantu, monumen tersebut akhirnya dapat diselesaikan.

Di sekitar Balong Toha kini terdapat beberapa penanda sejarah:
– patung setengah badan M Toha
– tugu berbentuk lidah api
– relief kobaran api dan tentara
– area kecil yang menjadi tempat berkumpul warga

Sayangnya, keberadaan Balong Toha kini mulai jarang diketahui, terutama oleh generasi muda. Banyak orang melewati kawasan Dayeuhkolot tanpa pernah menyadari bahwa di sana ada salah satu saksi penting sejarah perjuangan Bandung Selatan.

Padahal, Balong Toha bukan sekadar kolam. Balong Toha adalah bekas ledakan yang mengubah jalannya sejarah. Balong Toha adalah bukti bahwa di Kabupaten Bandung pernah terjadi perjuangan besar yang sering terlupakan.

Karena itu, momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 maupun HUT ke-81 Kemerdekaan RI seharusnya menjadi saat yang tepat untuk mengingat kembali Balong Toha.

Mungkin sudah waktunya Dayeuhkolot tidak hanya dikenal karena banjir atau kemacetan. Tetapi juga karena menyimpan satu tempat bersejarah yang sangat penting.

“Kalau kita ingin mengingat Bandung Lautan Api, jangan lupakan Balong Toha.”***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Wakil Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Rancaekek, Ciceu Susilawati, memotivasi kader agar terus bergerak, menjaga semangat berorganisasi, dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kontribusi tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi bisa tumbuh dari gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Pesan tersebut disampaikan sahabat Ciceu dalam Pengajian Rutin Bulanan PAC […]

Bale Bandung

IBUN, balebandung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, menegaskan pernyataan sikap penolakan terhadap rencana dakwah Ustaz Nana Gerhana masih berlaku. Sikap tersebut sebelumnya diterbitkan menyusul rencana organisasi kepemudaan setempat menghadirkan pendakwah asal Cimaung itu dalam kegiatan tabligh akbar. Bendahara MUI Kecamatan Ibun, Abdul Aziz Assauri, membenarkan keberadaan surat pernyataan sikap tersebut. Ia […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pawai Ta’aruf memeriahkan peringatan Hari Lahir ke-5 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung yang dipusatkan di Halaman Masjid Jami’ Ar-Rahmat, Perumahan Griya Rancaindah III Desa Jelegong, Minggu (17/10/2026). Pawai yang diikuti ratusan kader NU, simpatisan dan santri Desa Jelegong ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Santri […]

Bale Bandung

CICALENGKA, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) saat menghadiri Open House Sekolah Hasil Revitalisasi dan Penerima PID (Digitalisasi Pembelajaran) serta Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), dalam rangka publikasi program prioritas tahun 2026 di SMPN 2 Cicalengka, Jumat […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Kolaborasi ini diarahkan agar pengelolaan dana sosial keagamaan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka jalan bagi mustahik untuk mandiri dan pada akhirnya menjadi muzaki. Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi rekonsiliasi yang menyatukan kembali Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung. Penyatuan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) I Kadin Kabupaten Bandung 2026 di Gedung Moh Toha, Soreang, Kamis (15/10/2026). Bupati yang akrab disapa KDS, mengatakan pertemuan yang mempertemukan dua putra daerah, Boni Anggara dan […]