Bale JabarEkonomi

BIJB Kertajati Turut Atasi Ketimpangan Ekonomi

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Airline Gathering di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat (28/10). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Airline Gathering di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat (28/10). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, khususnya di kawasan Kabupaten Majalengka, akan tumbuh pesat pada masa yang akan datang. Ini tak lepas dari hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), bandara kebanggaan warga Jawa Barat yang akan diresmikan 2018.

Sekretaris Perusahaan PT Bandara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Wasfan W Widodo mengatakan, bandara dengan segala akses pendukungnya harus bisa ditangkap peluangnya oleh masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian di kawasan utara Jawa Barat.

Sekadar diketahui, kawasan Aerocity, Tol Cipali dan yang akan segera beroperasi Tol Cisumdawu, serta infrastruktur transportasi massal seperti kereta api yang terintegrasi mempertegas bahwa pemerataan ekonomi sudah mulai bergerak ke sana. Penyerapan tenaga kerja oleh BIJB dalam jumlah besar akan terjadi di mana 150 ribu sampai 400 ribu akan tersedot. Sebagai kompensasi warga sekitar juga pasti akan terasa.

“Justru keberadaan BIJB menjadi penyeimbang pertumbuhan ekonomi di sana. Diharapkan pertumbuhan ekonomi di wilayah utara akan bangkit. Kalau barat lebih cepat berkembang karena memang berdekatan dengan ibu kota, itu sudah menjadi konsekuensi logis,” kata Wasfan di Bandung, Jumat (10/11/17).

“Masyarakat harus tangkap peluang dengan hadirnya BIJB. Karena perubahan itu seharusnya bukan menjadi ancaman tapi peluang yang harus dihadirkan,” tambah Wasfan.

Pihaknya berharap pemerintah setempat untuk bisa menginventarisir potensi-potensi yang akan tumbuh kembang di kawasan sana. Majalengka dengan segala potensi yang dimiliki, misalnya dari sektor pariwisata bisa diciptakan masyarakatnya sendiri agar ke depannya warga sana tidak menjadi ‘asing di rumahnya sendiri’.

Sebagai bandara yang diprediksi akan menyedot 2,7 juta orang di tahun pertama beroperasi, mobilitas manusia akan terjadi karena menjadi tempat persinggahan. ?”Kesadaran itu harus ada proses perpindahan pola pikir. Itu bisa dilakukan untuk melakukan kehadiran pemanfaatan bandara. Kalau cara yang paling kecil bikin toko, kontrakan, hotel. Ini sangat positif,” ungkapnya.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close