Bale Bandung

Budiana; Bupati Bandung yang Baru Harus Kreatif dan Inovatif

×

Budiana; Bupati Bandung yang Baru Harus Kreatif dan Inovatif

Sebarkan artikel ini
Dekan Fisip Unpas Dr M Budiana
Pengamat politik dan pemerintahan Dr M Budiana

BANDUNG, Balebandung.com – Pilkada Kabupaten Bandung 2020 akan makin menarik karena bupati incumbent tidak bisa ikut serta kembali sebab sudah dua periode menjabat.

Pengamat politik dan pemerintahan Dr Muhammad Budiana menilai, hal ini membuat peluang atau kesempatan bagi para pendatang baru di Pilkada Serentak ini.

“Sekalipun wakil bupati incumbent saat ini, Gun Gun Gunawan akan mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung, namun demikian peluang besar masih dapat dimanfaatkan oleh para pendatang baru,” tukas Budiana kepada Balebandung.com, Kamis (5/12/19).

Banyaknya persoalan yang masih belum dapat diselesaikan oleh Bupati Bandung Dadang M Naser dan wakilnya, lanjut Budiana, pasti menjadi isu yang mudah dimainkan oleh para calon bupati lain nantinya, termasuk boleh jadi oleh calon yang berasal dari partai pendukung Dadang Naser.

“Yang paling penting Kabupaten Bandung belum pernah dikelola oleh kepala daerah yang dalam mengelola pemerintahannya banyak melakukan kreatifitas dan inovasi yang signifikan, sementara hal ini di kabupaten/kota lain sudah mewujud. Artinya, Kabupaten Bandung masih selalu tertinggal selangkah dengan daerah lain,” ungkap Budiana.

Ia berharap Pilkada Serentak 2020 dapat menghasilkan kepala daerah yang memiliki orientasi yang selaras dengan paradigma baru pembangunan, misalnya pengembangan smart city.

“Kepala daerah hari ini dituntut untuk bisa mengambangkan sinergitas semua lini yang ada di daerahnya, sebab ini adalah fenomena yang terjadi di era industri 4.0 menuju 5.0,” tandas Budi, yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan (Unpas) ini .

Disinggung soal pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kab Bandung, Budi menandaskan semua unsur pemerintahan, termasuk pemerintahan daerah harus seiring dengan misi Presiden Jokowi, yakni semakin mengefektifkan dan mengefisienkan eselon IV dan III dengan cara dialihfungsikan, tanpa mengurangi penghasilannya, lalu digantikan dengan sistem robotik.

“Secara bertahap Pemkab Bandung harus bisa menjawab “tantangan” Presiden,” tegas Budi. Sebab hal ini menurutnya semata-mata untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, termasuk di dalamnya tentu untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan masif.

“Kabupaten Bandung harus bisa, dan pasti bisa, asal bupati yang baru nanti harus kreatif dan inovatif terhadap pengembangan sistem pemerintahan saat ini,” pungkas Budi.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]