Bale Bandung

Bunda Bedas Emma Dety Bakar Motivasi Ribuan Kader PKK di Jambore

×

Bunda Bedas Emma Dety Bakar Motivasi Ribuan Kader PKK di Jambore

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Kab Bandung Emma Dety bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna saat 'Jambore PKK 2025' di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kamis (21/8/25)

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Lebih dari 8.000 kader PKK dari 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung menghadiri ‘Jambore PKK 2025’ di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Kamis 21 Agustus 2025.

Ribuan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang digelar di antaranya Senam Bedas, gerak jalan, karnaval antar kecamatan hingga perlombaan memasak. Acara semakin meriah dengan berbagai hiburan yang ditampilkan.

Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dan jajaran pemerintah daerah atas dukungan dan perhatian luar biasa terhadap para kader PKK se-Kabupaten Bandung.

Emma yang akrab disapa Bunda Bedas berharap seluruh kader dapat menjadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas.

“Alhamdulillah, selama ini TP PKK kabupaten, kecamatan, desa, maupun kelurahan telah menunjukkan kiprahnya dalam mendukung berbagai program prioritas pembangunan,” ucap Emma yang juga istri dari Bupati Kang DS ini dalam sambutannya.

Termasuk penanganan stunting, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, gerakan pangan lokal, dan program strategis lainnya.

Emma optimistis pihaknya dapat terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, stakeholder serta masyarakat. Sehingga kiprah PKK semakin terasa manfaatnya bagi kesejahteraan keluarga dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Bandung,” imbuh Emma.

Sementara Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku merasa sangat bangga dapat hadir di tengah-tengah para pejuang keluarga yang selama ini tak kenal lelah membantu masyarakat di desanya masing-masing.

Bupati Bandung menyanjung para kader PKK selama ini merupakan ujung tombak dan pilar utama dalam upaya mewujudkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Bandung.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader PKK se-Kabupaten Bandung yang selama ini tak kenal lelah dan ikhlas menggerakkan pembangunan keluarga di Kabupaten Bandung,” ucap bupati.

Tanpa dedikasi, keikhlasan, dan kerja keras Bapak dan Ibu semua, kata bupati, program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat belum tentu akan dapat berjalan lancar dan optimal.

Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS itu menyebut Jambore PKK ini menjadi momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi, saling berbagi ilmu dan pengalaman, serta meningkatkan kapasitas diri.

Kang DS berharap ke depan PKK semakin adaptif dalam merespon berbagai tantangan yang terus berkembang. Isu-isu seperti stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan ekonomi keluarga hingga pendidikan karakter generasi muda adalah tantangan yang harus dihadapi.

Di sinilah peran sentral PKK menjadi sangat vital. Melalui 10 program pokok PKK, para kader PKK telah terbukti mampu menyentuh langsung denyut nadi kehidupan di masyarakat, dari tingkat Dasawisma hingga kabupaten.

“Oleh karena itu, kami menaruh harapan besar kepada para kader PKK. Kami akan terus memberikan dukungan penuh terhadap setiap program dan kegiatan PKK. Sebab berinvestasi pada PKK adalah berinvestasi pada masa depan keluarga-keluarga di Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen nyata, Pemkab Bandung senantiasa hadir untuk menjamin kesejahteraan para kadernya dengan program pemberian insentif serta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi para kader PKK.

Menurutnya ini adalah ungkapan terima kasih, sekaligus upaya perlindungan bagi para kader dalam menjalankan tugas mulia di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa para pejuang keluarga kami dapat bekerja dengan tenang aman dan nyaman,” beber Kang DS seraya disambut gemuruh tepuk tangan ribuan kader PKK. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]

Bale Bandung

Sebuah naskah tua dari daun lontar menyimpan ingatan panjang tentang Sunda. Namanya Carita Parahyangan. Naskah ini dikenal sebagai naskah anonim Sunda Kuno. Nama penulisnya tidak diketahui. Para ahli umumnya memperkirakan naskah ini disusun pada akhir abad ke-16, sekitar tahun 1580 M, tidak lama setelah masa akhir Pakuan Pajajaran. Dalam tradisi pernaskahan, naskah ini dikenal sebagai […]