Bale Bandung

Bupati Bandung Dukung Pemekaran Bandung Timur

×

Bupati Bandung Dukung Pemekaran Bandung Timur

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Naser memberi selamat kepada anggota DPRD Kab Bandung yang baru dilantik di Gedung Paripurna DPRD Kab Bandung, Senin (26/8).
Bupati Bandung Dadang Naser memberi selamat kepada anggota DPRD Kab Bandung yang baru dilantik di Gedung Paripurna DPRD Kab Bandung, Senin (26/8).

SOREANG, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang M Naser meminta agar Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar melakukan kajian terkait usulan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Bandung Timur (KBT).

Dadang menyebut Pemkab Bandung saat ini bersikap netral tentang rencana dibentuknya DOB KBT dengan tujuan pemerataan daerah. Secara prinsip, tandas Dadang, Pemkab pun mendukung jika pemekaran sesuai perundang-undangan.

“Ini bukan masalah setuju atau tidak setuju, ya. Kami sesuai prosedur saja. Kan, ada peraturan baru dari pusat. Kami ikuti. Kisi-kisinya juga, kan ada di situ,” kata Dadang kepada para wartawan di Gedung Paripurna DPRD Kab Bandung, Soreang, Senin (26/8/19).

Pihaknya juga sudah menyampaikan surat persetujuan ke Gubernur Jawa Barat terkait rencana pemekaran wilayah Kab Bandung. Kendati demikian, dia mengatakan selama ini untuk DOB KBT belum ada agenda pengkajian.

“Maka dari itu saya usulkan agenda kajian dari pusat dan provinsi. Untuk tahapannya sendiri dari pusat sekarang. Tapi kami ingin dibarengkan saja kajiannya baik dari pusat dan provinsi,” ucap Kang DN, sapaan Dadang Naser.

Ditanya apakah akan ada imbas bagi Pemkab Bandung jika DOB KBT terbentuk, Dadang mengatakan masih menunggu kajian. Namun menurutnya, imbas itu akan terasa kepada potensi keuangan di pusat.

Kang DN menerangkan, kiriman uang dari pusat untuk (menunjang berbagai program) pemerataan daerah itu, berdasarkan banyaknya jumlah daerah yang ada, bukan berdasarkan berapa banyaknya jumlah penduduk di wilayah.

“Penduduk di Jawa Barat jauh lebih banyak dibandingkan dengan penduduk di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Tapi anggaran pusat justru lebih besar ke Jateng dan Jatim, karena banyaknya kabupaten/ kota,” terangnya.

Isu pemekaran KBT kembali mencuat setelah beredarnya surat dari Pemprov Jabar terkait 6 DOB baru yang dilayangkan kepada 5 kepala daerah.

Surat bernomor 118/2878/Pemksm tertanggal 2 Juli 2019 yang ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Setda Jabar Daud Achmad itu, dilayangkan kepada Bupati Cianjur terkait pembentukan DOB Kabupaten Cianjur Selatan dan Kota Cipanas, kepada Bupati Bekasi terkait DOB Kabupaten Bekasi Utara, kepada Bupati Tasikmalaya terkait DOB Kabupaten Tasikmalaya Selatan, Bupati karawarang terkait DOB Kota Cikampek dan Bupati Bandung terkait DOB Kabupaten Bandung Timur.

Sebagai balasan atas surat tersebut, Bupati Bandung Dadang M Naser juga melayangkan jawaban kepada Gubernur Jabar dalam Surat Nomor 136/1999/KSOTDA tertanggal 23 Agustus 2019. Dalam surat tersebut, Dadang menyatakan bahwa Pemkab Bandung pada prinsipnya mendukung usulan pembentukan DOB Kabupaten Bandung Timur dengan mengacu pada peraturan yang berlaku, sekaligus mengajukan permohonan agar dilakukan pengkajian terkait hal tersebut sesuai dengan tahapan yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]