Bale Bandung

Bupati Bandung Mau Ngabuburit di Jembatan Kamojang 24 Juni

×

Bupati Bandung Mau Ngabuburit di Jembatan Kamojang 24 Juni

Sebarkan artikel ini
Kamojang Hill Bridge by Bina Marga Kab Bandung
Kamojang Hill Bridge by Bina Marga Kab Bandung

SOREANG – Bupati Bandung H.Dadang M Naser SH.M.IPol bakal ngabuburit di Jalan Tembus Kamojang dan Jembatan Kamojang Kecamatan Ibun, Jumat, 24 Juni nanti. Bupati hadir di situ untuk meresmikan soft launching jalan dan jembatan yang juga dikenal masyarakat sebagai Jembatan Cukang Monteng dan diyakini bakal jadi jadi ikon baru Kabupaten Bandung tersebut

Dijadwalkan rangkaian acara akan diisi dengan pertunjukan kesenian dengan sajian pamungkas Pojok Si Cepot mulai pukul 16.00 WIB yang pertunjukannya digelar di tengah Jembatan Kamojang dan para penonton, termasuk bupati duduk berlesehan di jembatan.

“Dengan soft launching oleh Bapak Bupati ini kita ingin menunjukkan bahwa Jalan Tembus Kamojang dan Jembatan Kamojang sudah bisa difungsikan atau digunakan dan bisa dijadikan salah satu jalur alternatif arus mudik atau balik lebaran,” terang Kepala Bidang Jalan Dinas Bina marga Zeis Zultaqawa kepada Balebandung.com di ruang kerjanya, Rabu (15/6/16).

Zeis beralasan disebutkan soft launching lantaran jalan dan jembatan ini masih dalam tahap finishing sebelum dilakukan grand launching yang rencananya dilakukan 2017. “Tapi melihat animo masyarakat yang begitu antusias dengan hadirnya jembatan ini dan sudah layak digunakan, kemudian bertepatan dengan musim arus mudik, maka kita lakukan soft launching-nya dulu,” imbuhnya.

Penuntasan salah satunya terkendala keterbatasan anggaran yang tadinya akan menerima tambahan dari Pemprov Jabar sebesar Rp15 miliar, ternyata dibatalkan dengan alasan dana didahulukan untuk kepentingan PON XIX Jabar September mendatang.

“Jadi, total anggaran sebesar Rp80 miliar itu semuanya dari APBD Kabupaten Bandung. Yang tadinya mau mendapat anggaran tambahan Rp15 miliar dari Pemprov malah nggak jadi dengan alasan digunakan untuk kepentingan PON terlebih dahulu,” ungkap Zeis.

Kendati begitu pihaknya mengaku bersyukur karena jalan sepanjang 2,4 km selebar 20 meter dengan panjang jembatan 100 meter ini bisa jadi ikon dan destinasi wisata baru Kabupaten Bandung dan sudah bisa digunakan menjelang arus mudik lebaran.

“Sekarang masyarakat Kabupaten Bandung punya kebanggan baru dan merasa terhibur dengan adanya Jembatan Kamojang ini. Mereka banyak ngabuburit di situ dan berfoto-foto sambil menyaksikan view panorama Bandung di ketinggian jembatan. Ini bisa jadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Bandung,” ujar Zeis.

Meski sudah layak difungsikan, imbuh dia, namun tetap diperlukan kehati-hatian para pengguna jalan dan jembatan agar jangan sampai memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. “Tetap diperlukan kehati-hatian pengguna jalan, termasuk kondisi kendaraannya juga harus prima ketika akan melintasi jalan dan Jembatan Kamojang ini,” pungkas Zeis. [iwa]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnamastu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]