Bale Bandung

Bupati Tinjau Lokasi Puting Beliung Pangalengan, 884 Jiwa Terdampak

×

Bupati Tinjau Lokasi Puting Beliung Pangalengan, 884 Jiwa Terdampak

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Naser meninjau lokasi puting beliung di dua desa di Pangalengan, Selasa (22/10/19). by Humas Pemkab
Bupati Bandung Dadang Naser meninjau lokasi puting beliung di dua desa di Pangalengan, Selasa (22/10/19). by Humas Pemkab

PANGALENGAN, Balebandung.com – Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip meninjau dua titik desa terdampak bencana angin kencang di Desa Banjarsari dan Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Selasa (22/10/19).

Assesment sementara ada 231 kepala keluarga terdiri dari 884 jiwa di kedua desa tersebut yang terdampak angin puting beliung. Bupati mengimbau agar warga selalu waspada terhadap anomali cuaca yang saat ini mengalami peralihan.

“Saya imbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai segala potensi bencana yang akan terjadi, apalagi di musim peralihan saat ini. Kerusakan akibat angin kencang yang terjadi di Pangalengan ini bukan yang pertama kali, sebelumnya pernah terjadi di Rancaekek, Ciparay, Baleendah dan Cicalengka,” ungkap bupati.

Bupati mengaku prihatin atas bencana yang diprediksi berdampak pada 1.200 rumah di 5 desa, yakni Desa Margamulya, Sukamanah, Margamukti, Wanasuka dan Desa Banjarsari.

“Rumah yang rusak beratnya hanya dua. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, saya lihat masyarakat sudah lebih siap menghadapi bencana. Meski demikian, kita semua harus tetap waspada terhadap kejadian serupa di wilayah lainnya,” pesannya.

Mengenai bantuan lanjutnya, sampai saat ini masih dilakukan pendataan dan assessment kerusakan dari dampak bencana, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung bersama pihak-pihak terkait. Bupati meminta, agar BPBD bisa mengintervensi bantuan material paska bencana untuk korban.

“Selain aparat, masyarakat juga bahu membahu saling membantu melakukan evakuasi reruntuhan pohon. Untuk bantuan, nanti kita akan lakukan sesuai prosedur dan warga yang rumahnya tidak layak, akan mejadi prioritas,” imbuh Bupati didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang cepat dan sigap melakukan tugas penanggulangan bencana. “Saya berterimakasih kepada BPBD, Dinsos (Dinas Sosial) Disdamkar (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan), jajaran Satpol PP, Polres dan TNI, aparat kewilayahan serta seluruh masyarakat yang sudah bersama-sama menangani dampak bencana ini,” pungkas bupati.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Data dan Informasi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Bandung Rasmid, M.Si menjelaskan, terdapat perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan, antara wilayah Bumi Belahan Selatan (BBS) dan Utara (BBU). Perbedaan tersebut menyebabkan terbentuknya lintasan arus kecepatan angin yang kencang dalam jalur sempit di atmosfer.

Rasmid mengatakan, sejumlah wilayah di Jawa Barat (Jabar) sudah memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada masa peralihan ini dinilai rentan terjadi cuaca ekstrem.

“Berpotensi terjadinya cuaca ekstrem, di antaranya angin kencang, dan terpantau juga peningkatan kecepatan angin di wilayah Jabar, termasuk di Kabupaten Bandung,” ujar Rasmid.

Di Bulan oktober, imbuh dia, Jabar memasuki masa peralihan musim dari kemarau ke musim hujan, sehingga berpotensi terjadinya cuaca ekstrem seperti angin kencang. “Tetap waspada dan selalu siaga, karena saat ini Jabar memasuki masa peralihan musim,” tutupnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]