Bale Bandung

Camat Solokanjeruk Diserahterimakan

×

Camat Solokanjeruk Diserahterimakan

Sebarkan artikel ini
Camat Solokanjeruk H. Rofiran.

SOREANG,balebandung.com – Jabatan Camat Solokanjeruk diserahterimakan dari Rachmat kepada H. Rofiran di Aula Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Rabu (26/10/2022).

Sebelumnya, Rofiran menjabat Camat Paseh, dan Rachmat saat ini menjabat Camat Ibun. Serah terima jabatan Camat Solokanjeruk itu turut dihadiri banyak pihak, di antaranya jajaran Forkopimcam Solokanjeruk, para kepala desa.

Camat Rofiran mengatakan, alih tugas jabatan merupakan amanah dan syariat. “Pada saat ini, saya melaksanakan tugas selaku Camat Solokanjeruk. Ini sebagai amanah dari pimpinan. Insya Allah akan melaksnakaan tugas yang sudah diamanatkan,” kata Rofiran.

Camat Rofiran berharap dan meminta doa serta dukungan dari tokoh masyarakat, Forkopimcam terkait dengan tugasnya di Kecamatan Solokanjeruk.

“Sehingga saya berharap sinergitas di antara pihak, dalam melaksanakan tugas kedinasan. Apa artinya saya tanpa dukungan semua pihak,” katanya.
Rofiran mengatakan, dengan jabatan Camat Solokanjeruk itu, nilai baik di masa lalu akan dipertahankan dan ditingkatkan.

“Nilai berkualitas, insya Allah dengan dukungan semua pihak. Kami berharap dalam melaksnakaan tugas bisa berjalan dengan baik. Kami bagian dari yang tidak terpisahkan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

 

Mantan Camat Solokanjeruk Rachmat.

Sementara itu, mantan Camat Solokanjeruk Rachmat mengatakan, selama satu tahun, sudah tiga kali pindah dari tiga kecamatan. “Sebelum tugas jadi Camat Solokanjeruk, bertugas jadi Camat Baleendah, dan saat ini jadi Camat Ibun,” kata Rachmat.

“Saya bertugas di Solokanjeruk selama empat bulan. Saya mohon maaf secara pribadi, perkataan yang kurang berkenan,” imbuh Rachmat.

Ia mengatakan, mutasi dalam pekerjaan merupakan hal yang biasa. “Bekerja di Solokanjeruk membawa pengalaman tersendiri. Terutama dalam melayani masyarakat,” katanya.

Ia mendorong kekompakan berbagai elemen masyarakat. Rachmat pun memberikan apresiasi kepada masyarakat. “Terus bangun kebersamaan, di antara pegawai di lingkungan kecamatan. Siapapun camatnya, tetap harus membangun kebersamaan dan jiwa korsa,” katanya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]