Bale Jabar

Dampak Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Melambat

Rakor dampak Covid-19 terhadap perekonomian Jabar melalui Video Conference di Kantor Perwakilan BI Jabar Kota Bandung, Kamis (19/3). by Humas Jabar

BANDUNG, Balebandung.com –┬áKantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (BI Jabar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dampak Ekonomi dan Penanganan COVID-19 di Jawa Barat, di Bale Pasundan BI Jabar, Kota Bandung, Kamis (19/3/20).

Dalam rapat yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dan Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja serta Ketua TP PKK Jabar Atalia Ridwan Kamil ini, Kepala KPwBI Jabar Herawanto melaporkan, pertumbuhan Jabar pada 2019 melambat dibanding 2018 yakni sebesar 5,07 persen.

Sementara secara keseluruhan, KPwBI Jabar memperkirakan tahun ini perekonomian provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini berada di rentang 4,6 hingga 5,1 persen.

Namun, sejak awal 2020 kondisi ekonomi mendapat tantangan akibat dampak COVID-19. Hal ini menyebakan ekonomi di triwulan I 2020 diperkirakan bias ke bawah pada rentang 3,7 hingga 4,1 persen.

“Potensi penurunan utamanya bersumber dari penurunan ekspor, investasi, dan tertahannya konsumsi. Dari sisi lapangan usaha, kinerja sektor industri pengolahan dan perdagangan serta konstruksi cenderung melambat,” papar Herawanto.

“Sebagai upaya jangka pendek untuk mengurangi perlambatan ekonomi akibat COVID-19, KPwBI Jabar merekomendasikan stimulus ekonomi berupa percepatan belanja fiskal oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun 27 kabupaten/kota se-Jabar,” tambahnya.

Herawanto pun berujar, industri perbankan di Jabar sudah menerapkan work from home (WFH) bagi sebagian karyawan untuk mendukung social distancing alias jaga jarak interaksi sosial yang dianjurkan pemerintah pusat dan daerah. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close