Bale Bandung

Darus Dukung Majunya Tenis Meja

×

Darus Dukung Majunya Tenis Meja

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi Olahraga DPR RI, Dadang Rusdiana didampingi Kades Arjasari Rosiman saat menutup turnamen tenis meja berhadiah domba di Kampung Ciwaru Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (16/4). by Badar
Anggota Komisi Olahraga DPR RI, Dadang Rusdiana didampingi Kades Arjasari Rosiman saat menutup turnamen tenis meja berhadiah domba di Kampung Ciwaru Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (16/4). by Badar

ARJASARI – Anggota Komisi Olahraga DPR RI, Dadang Rusdiana menutup turnamen tenis meja berhadiah domba dan beberapa hadiah hiburan lainnya, di Kampung Ciwaru Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (16/4/17).

Darus yang juga mantan pemain tenis meja dan pernah dilatih pelatih terkemuka tenis meja Jawa Barat, Ajat SMK, terus memberikan support kepada para remaja untuk mencintai olahraga, termasuk tenis meja.

“Dengan berolahraga pikiran kita menjadi jernih, lebih berfikir kepada hal-hal yang berguna, dijauhkan dari keinginan untuk berlaku hal yang buruk-buruk. Remaja yang jatuh pada jeratan narkoba dan kriminalitas dikarenakan mereka tidak punya kesibukan,” ungkap Darus didampingi Kepala Desa Arjasari Rosiman.

Pada kesempatan itu Darus menantang para anak muda yang senang bermain tenis meja untuk selenggarakan turnamen. “Ayo, kalau perlu tiga bulan sekali di sini diadakan turnamen, agar kampung semarak dengan kegiatan yang bermanfaat,” serunya.

“Dulu kita senang punya slogan ‘Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.’ Sekarang saya terjun langsung, bahkan bermain tenis meja bersama, agar semua termotivasi,” imbuh Darus.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]