Bale Bandung

Darus; Jadi Seorang Muslim Pancasilais itu Mudah

×

Darus; Jadi Seorang Muslim Pancasilais itu Mudah

Sebarkan artikel ini
Anggota MPR RI Fraksi Partai Hanura H. Dadang Rusdiana,SE.M.SI saat "Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan Guru PAUD dan Guru Madrasah di Desa Arjasari Kab. Bandung, Minggu (11/6). by Badar
Anggota MPR RI Fraksi Partai Hanura H. Dadang Rusdiana,SE.M.SI saat “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan Guru PAUD dan Guru Madrasah di Desa Arjasari Kab. Bandung, Minggu (11/6). by Badar

ARJASARI  – Anggota MPR RI Fraksi Partai Hanura H. Dadang Rusdiana,SE.M.SI menyatakan penanaman rasa cinta tanah air, kesadaran akan keragaman, saling mencintai sesama perlu ditanamkan sejak dini di kalangan madrasah maupun PAUD.

“Bagi seorang muslim, untuk menjadi seorang Pancasilais itu mudah. Amalkan seluruh ajaran yang ada di dalam Quran dan sunnah, maka kita akan menjadi seorang Pancasilais,” kata Kang Darus, sapaan Dadang Rusdiana saat “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan Guru PAUD dan Guru Madrasah di Desa Arjasari Kab. Bandung, Minggu (11/6/17).

Darus menuturkan bagaimana Islam dengan indah mengajarkan toleransi dalam menghormati perbedaan. Islam memberikan contoh bagaimana mendirikan negara dalam suasana kemajemukan. Menurutnya, Negara Indonesia dengan dasar Pancasila pun sudah sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

“Kalaupun sekarang ada sebagian kelompok radikal yang memaksakan kehendak kepada kelompok lain, beringas dalam menyikapi perbedaan, bahkan ada yang terus teriak-teriak khilafah Islamiyah, pada dasarnya tidak memahami agama Islam dengan baik,” pungkas Darus.

bb-daruis-pancasilais2a

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]