Bale Bandung

Deding Ishak Resmi Diangkat Jadi Guru Besar Ilmu Kebijakan Pendidikan STAI Al-Jawami

×

Deding Ishak Resmi Diangkat Jadi Guru Besar Ilmu Kebijakan Pendidikan STAI Al-Jawami

Sebarkan artikel ini
Prof Dr H Deding Ishak SH MM pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana STAI Al-Jawami, di Gedung Balai Sartika, Jl Suryalaya Kota Bandung, Rabu (14/8)

BANDUNG, Balebandung.com – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yapata Al-Jawami Bandung, Dr H Deding Ishak SH MM resmi diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Kebijakan Pendidikan STAI Yapata Al-Jawami Bandung.

Pengukuhan Prof Dr H Deding Ishak SH MM sebagai Guru Besar STAI Al-Jawami itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No 60122/M/07/2024 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen, yang diwakili oleh Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Penyerahan SK dilaksanakan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana STAI Al-Jawami, di Gedung Balai Sartika, Jl Suryalaya Kota Bandung, Rabu (14/8/2024).

Atas raihan ini sejumlah relasi Deding Ishak menyampaikan ucapan selamat dan sukses. Seperti dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tb Ace Hasan Syadzily.

“Dengan penuh kebanggaan saya mengucapkan selamat atas pecapaian Guru Besar di bidang Ilmu Kebijakan Pendidikan yang disematkan kepada Kakanda saya Prof Dr KH Deding Ishak SH MM,” ucap Ace.

Lebih dari itu, imbuh Ace, juga diharapkan dapat mengembangkan kemajuan pendidikan Islam terutama di Jawa Barat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Sementara dalam sambutannya pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Prof Deding mewakili seluruh civitas akademika mengucapkan selamat kepada wisudawan dan berharap ilmu yang didapatkan di almamater Kampus Bumi Al Jawami menjad ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Mudah mudahan saudara layak dan tepat, yang tergolong Khoirunnas Anfauhum Linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ucap Deding di hadapan 218 orang wisudawan yang hadir.

Oleh karena itu ia berpesan agar wisudawan bisa menjaga nama baik almamater, tampil penuh hpercaya diri, sesuai motto STAI Al-Jawami, “Unggul, Profesional, Mandiri, Berakhlaqul karimah,” dengan spirit yang hebat, humble excellent.

“Intinya saudara menjadi luar biasa, tapi tetap rendah hati, excellent with morality. Karena saudara mampu mengintegrasikan iman islam dan ihsan dalam menerapkan dan mengintergrasikan ilmu-ilmu keislaman dengan sains dan teknologi, serta mampu membangun kolaborasi dan menciptakan inovasi,” tandas Deding.

Menurutnya para lulusan STAI Al-Jawami ini membawa nama besar institusi Pesantren Sindangsari Al-Jawami yang berkategori Sehat, yang termasuk lima besar terbaik berdasarkan hasil evaluasi Kopertais.

“Tentunya kategori ini membutuhkan kita harus terus berbenah diri dari berbagai aspek, untuk pencaipaian visi kami menjadi perguruan tinggi yang unggul, profesional, mandiri, berakhlakul karimah dan berdaya saing internasional,” tandasnya.

Semuanya, kata Deding, demi kebaikan proses belajar mengajar kita sehingga lulusannya benar-benar fight dan dapat diterima dengan baik di masyaraka, lingkungan pemerintah, serta dunia kerja.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]