Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBale Kota BandungFlyover Antapani, Demiz Apresiasi Kemen PUPR

Flyover Antapani, Demiz Apresiasi Kemen PUPR

Wagub Jabar Deddy Mizwar saat Ground Breaking Pembangunan Flyover Antapani oleh Menteri PUPR, di persimpangan Antapani Kiaracondong, Jum'at (10/6). by Humas Pemprov jabar
Wagub Jabar Deddy Mizwar saat Ground Breaking Pembangunan Flyover Antapani oleh Menteri PUPR, di persimpangan Antapani Kiaracondong, Jum’at (10/6). by Humas Pemprov jabar

ANTAPANI – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyampaikan apresiasinya atas pembangunan Flyover atau Jembatan Layang Antapani. Flyover ini merupakan proyek kerjasama antara Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemkot Bandung, dan Posco Steel Korea.

“Kami berharap pembangunan proyek percontohan flyover ini berjalan lancar dan sukses sesuai rencana, sehingga bermanfaat untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas akibat persimpangan sebidang dan tingginya volume kendaraan di Kota Bandung,” kata wagub saat Ground Breaking Pembangunan Flyover Antapani oleh Menteri PUPR, di persimpangan Antapani Kiaracondong Kota Bandung, Jum’at (10/6/16).

Dengan demikian, imbuh Deddy, flyover ini dapat berimplikasi positif terhadap penghematan bahan bakar, pengurangan polusi udara, peningkatan jumlah dan lama kunjungan wisatawan, peningkatan produktivitas dan indeks kebahagiaan warga. Lebih dari itu juga mendorong pertumbuhan sektor jasa, pariwisata, perdagangan, industri kreatif, dan sektor strategis lainnya, sehingga pada gilirannya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.

Dari total anggaran Rp 33,5 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan komposisinya Rp 21,5 miliar berasal dari Pusjatan, Rp 10 miliar dari Pemerintah Kota Bandung, Rp 2 miliar dari Posco Steel Korea dalam bentuk komponen material.

Adapun jembatan layang Antapani sendiri, dibangun dengan struktur baja bergelombang dikombinasikan dengan timbungan ringan. Ini merupakan salah satu rancang bangun aplikatif yang dikembangkan Balitbang Kementrian PUPR.

Pembangunan Jembatan Layang Antapani merupakan yang pertama menggunakan teknologi struktur baja bergelombang yang dibangun di Indonesia. Jembatan ini memiliki struktur jembatan Corrugated atau Armco, dengan jumlah bentang jembatan 3 bentang yaitu 11 meter x 2 dan 22 meter, panjang bentang jembatan 44 meter, tinggi jembatan 5,1 meter, lebar jembatan 9 meter, jumlah Lajur 2 lajur 2 arah, lebar lalu lintas 6,50 m, lebar bahu : 0,75 m x 2 = 1,5 m, dengan estimasi waktu konstruksi selama 6 bulan, sehingga diperkirakan akan di-launching, atau diresmikan Desember tahun ini.

Pembangunan flyover ini bertujuan mengatasi kemacetan di persimpangan sebidang Antapani, tepatnya di jalan Jakarta- Terusan Jakarta yang selama ini menjadi sumber kemacetan.

Bankeu Pemprov Untuk Pedestrian

Wagub Deddy, yang saat ini sebagai Plh. Gubernur Jawa Barat juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menyumbang alokasi Bantuan Keuangan untuk Kota Bandung TA 2016, diantaranya; Pedestrianisasi Jalan Kota Bandung sebesar Rp. 50 miliar, perbaikan saluran air di Jl. Sukajadi sebesar Rp. 2 miliar, juga pada Sarana Olah Raga (SOR) Gedebage sejak 2009 pemprov menjadi penyumbang anggaran terbesar.

Kemudian terkait rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) Deddy pun meminta bantuan dari pihak terkait untuk kelancaran pembebasan lahannya. Saat ini BIUTR masih perlu percepatan dalam hal izin pembebasan tanah dari 13 kementerian/lembaga yang dikoordinir oleh Bappenas.

Begitu pula terhadap rencana Pemprov Jabar dalam pengembangan konsep Integrated Transport System Metropolitan Bandung Raya, antara lain: Jalan Tol Soreang-Pasirkoja; Jalan Tol Cisumdawu; Jalan Tol Ciranjang -Padalarang; Jalan Tol Cileunyi-Nagreg, yang merupakan bagian Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya-Banjar.

Dukungan juga termasuk pada pembangunan Flyover Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung, Reaktivasi Jalur Kereta Api Cikudapateuh-Soreang-Ciwidey dan Jalur Cianjur-Padalarang; pembangunan Jalur KA Rancaekek-Jatinangor- Tanjungsari-Cirebon, Jalur Ganda dan Elektrifikasi Jalur KA Padalarang-Cicalengka, pembangunan Monorel dan LRT Metropolitan Bandung Raya, serta pembangunan Terminal Terpadu Gedebage Bandung.

“Kami juga berharap dukungan Bapak Menteri terhadap beberapa program infrastruktur strategis bidang perumahan dan permukiman, antara lain: Rencana Aksi Multipihak Gerakan Citarum Bestari; Drainase dan Sistem Penyediaan Air Minum Metropolitan Bandung Raya; dan melanjutkan TPPAS Regional Legok Nangka,” sebut¬†Deddy.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI