Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaBale BandungGeo Dipa Energi Patuha Unit 2 Bisa Hasilkan Listrik 55 Mw

Geo Dipa Energi Patuha Unit 2 Bisa Hasilkan Listrik 55 Mw

PASIRJAMBU, Balebandung.com – Setelah sempat ditunda akibat pandemi Covid-19, proses pengeboran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Patuha, Kabupaten Bandung, akhirnya dapat dilaksanakan.

PT Geo Dipa Energi (Persero) menargetkan pengeboran geothermal Patuha Unit 2 ini beres dalam tiga tahun, dan bisa menghasilkan pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 55 megawatt.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Riki Firmandha Ibrahim mengatakan, proses pengeboran ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga tahun. Pihaknya berkomitmen dalam kurun waktu tersebut sudah ada pembangkit yang menghasilkan tenaga listrik dengan kapasitas 55 megawatt.

Di samping itu juga ada penurunan emisi karbon atau efek rumah kaca sebesar 350 ribu ton setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, hanya satu tahun kita bisa kendalikan semuanya. Ini dilakukan tidak hanya di Patuha tapi juga di Dieng. Saya juga ucapkan terima kasih kepada project management unit beserta pemda yang mendorong percepatan dari pengeboran,” ujar Riki kepada wartawan usai kegiatan doa bersama dalam rangka tajak sumur pertama proyek Patuha Unit 2 di Kp. Kendeng, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis (18/11).

Proyek berskala nasional tersebut, menurut Riki, sangat didukung oleh masyarakat. “Contoh dukungan masyarakat yaitu dia ikut juga berpartisipasi gotong royong memperbaiki jalan, masyarakat antusias untuk ikut bekerja dengan kita,” ungkapnya.

General Manager Proyek Pengembangan Panas Bumi Patuha 2 Geo Dipa Energi (Persero), Supriadinata Marza menambahkan, pengeboran 12 sumur itu dilakukan di lima titik. Terdiri dari empat titik lama dan satu titik baru.

“Masalahnya memang urusan alam seperti cuaca. Makanya protokol terhadap Health, Safety, Environment (HSE) itu yang kita jalankan, termasuk protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tutur Marza.

Dalam proyek tersebut, kata Marza, 30 persen merupakan pekerja lokal. Saat ini, Geo Dipa sudah merekrut 184 orang tenaga kerja, di mana 84 pekerja merupakan orang lokal.

“Nanti ada well testing, kami butuh sekitar 15 orang lagi. Kemudian nanti waktu konstruksi pembangkit listriknya itu akan di sekitar sini. Pekerjaan total selama kita konstruksi dua tahun itu sekitar 758 orang dan 30 persennya merupakan warga lokal,” jelas Mirza.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

TERKINI