Bale Bandung

Gerindra Sambut Hangat Kehadiran KDI

×

Gerindra Sambut Hangat Kehadiran KDI

Sebarkan artikel ini
Balonbup Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak bersama Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bandung Yayat Hidayat saat pertemuan di DPC Partai Gerindra Kab Bandung di Jl. Bojongmanggu, Kec Pameungpeuk, Kab Bandung, Minggu (7/6/2020) malam. by ist
Balonbup Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak bersama Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bandung Yayat Hidayat saat pertemuan di DPC Partai Gerindra Kab Bandung di Jl. Bojongmanggu, Kec Pameungpeuk, Kab Bandung, Minggu (7/6/2020) malam. by ist

PAMEUNGPEUK, Balebandung.com – Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak (Kang Deding Ishak-KDI) kembali melakukan silaturahmi politik ke jajaran pimpinan partai. Kali ini Deding berkunjung ke DPC Partai Gerindra Kabupaten Bandung di Jl. Bojongmanggu No.13, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Minggu (7/6/2020) malam. KDI diterima langsung Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bandung Yayat Hidayat dan jajaran pengurus lainnya.

“Kami berterima kasih serta merasa bangga dan tersanjung atas kunjungan Pak Deding Ishak ini. Pada prinsipnya kami membuka komunikasi dengan semua partai. Begitu juga untuk koalisi ke depan, kami membuka dengan parpol mana pun,” ucap Yayat, Senin (8/6/2020).

Berkaitan dengan calon bupati wakil bupati, Yayat menyebut dari Gerindra sendiri sudah ada lima calon, yang sedang digorok DPD yang nantinya diputuskan oleh DPP. “Termasuk sudah dilakukan survei dan tinggal fit and proper test. Kami hanya menjalankan perintah DPP dan DPD sesuai dengan juknis dan aturan yang ada, dan tentang nanti siapa yang direkomendasi sebagai calon sepenuhnya kewenangan pusat dan kami fatsun terhadap DPP,” imbuh Yayat.

Yayat menjelaskan fit and proper test terhadap lima nama yang masuk seharusnya dilakukan pada Maret lalu. Namun akibat pandemi Covid-19, agenda tersebut di-pending dulu. “Insya Allah dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan fit and proper test terhadap lima calon tersebut, hasilnya nanti kita serahkan ke DPP. Nah, kalau nanti keluar rekomendasi di DPP untuk Si A, atau Si B, itu bukan kewenangan kami. Oleh karena itu, kami tidak akan memberikan janji-janji palsu,” tandasnya.

Begitu juga untuk koalisi partai mengingat jumlah kursi Gerindra Kabupaten Bandung untuk mengusung calon sendiri tidak mencukupi, kata Yayat, menunggu dulu rekomendasi pusatnya siapa.

“Kita belum bisa memastikan dengan siapa karena calonnya juga tidak ada. Sekarang ini kita menjalin silaturahmi dengan semua parpol, dan Gerindra tidak mempunyai gap dengan partai manapun, semuanya cair,” ungkapnya.

Balon Bupati Bandung Deding Ishak mengungkapkan sambil menunggu rekomendasi dari DPP Partai Golkar, pihaknya pun akan mengikuti perkembangan selanjutnya dan menunggu keputusan DPP Partai Gerindra.

“Tentu kami akan menghormati. Tapi barangkali Partai Gerindra ini memutuskan untuk wakil bupati, tentu harus dijajaki, karena Golkar kan untuk bupatinya atau barangkali nanti disepakati juga koalisi besar, Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, PKB dan partai lainnya, termasuk juga dengan PKS,” ujarnya.

Namun yang penting, tandas Deding, seperti tadi  ia sampaikan kepada Ketua Gerindra Kabupaten Bandung bahwa pihaknya harus mempererat silaturahmi untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih maju lagi.

“Saya merasa at home di Partai Gerindra ini, karena bagaimana pun Partai Gerindra ini ketua umumnya adalah Pak Prabowo yang asalnya dari Golkar juga. Jadi chemistry-nya mudah terbangun,” kata Deding.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]