Bale Bandung

Hari Bhayangkara ke-73, Polres Bandung Gelar Baksos Religi di Sejumlah Masjid

×

Hari Bhayangkara ke-73, Polres Bandung Gelar Baksos Religi di Sejumlah Masjid

Sebarkan artikel ini
Baksos Religi Polres Bandung di masjid Soreang, Jumat (14/6/19). by ist
Baksos Religi Polres Bandung di masjid Soreang, Jumat (14/6/19). by ist

SOREANG, Balebandung.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-73, Kepolisian Resor Bandung dan Polsek Jajaran melaksanakan kegiatan bersih-bersih atau Bakti Sosial Religi, di sejumlah masjid di wilayah hukum Polsek Jajaran Polres Bandung, Jumat (14/6/19).

Dirilis Humas Polda Jabar, Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan, S.H, S.I.K, M.H melalui Waka Polres Bandung Kompol Mikra Hasibuan, S.H, S.I.K, M.H menyebutkan, sedikitnya ada 250 personel Polres Bandung, yang setelah selesai lari pagi langsung ke masjid yang telah ditunjuk untuk dibersihkan, baik dalam masjid atau luar masjid. Masing-masing anggota terlihat membawa peralatan korve, seperti sapu lidi, sosorok sampah, dan yang lainnya.

“Bakti Religi Jum’at yang telah dilaksanakan oleh Polres Bandung antara lain membersihkan Masjid Jami Al Ihsan dan Masjid Darul Ihsan Yupi Soreang,” jelas Waka Polres Bandung, Jumat (14/6/19).

Kompol Mikra menjelaskan, Baksos Religi dilaksanakan serentak oleh Personel Polsek Jajaran Polres Bandung. Di samping itu, Bakti Religi ini tidak hanya dilakukan oleh Personel yang ada di Polres Bandung, namun juga di lakukan oleh para personel Polsek mulai dari Polsek Ibun sampai dengan Polsek Nagreg, sebanyak 25 Polsek.

Lebih lanjut Kompol Mikra mengatakan Bakti Religi ini akan terus dilakukan di setiap hari Jum’at, selesai pelaksanaan olahraga pagi. Pihaknya berharap, Bakti Religi ini dapat meningkatkan sinergi masyarakat dengan Polri dan meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Melalui pendekatan Baksos Religi, diharapkan masyarakat segera melaporkan ke kami, apabila di tempat tinggalnya ada kejadian yang meresahkan masyarakat atau perlu kehadiran aparat kepolisian,” imbuh Kompol Mikra.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]