Bale Bandung

Jembatan Gantung di Atas Sungai Citarum Mempermudah Aktivitas Masyarakat

×

Jembatan Gantung di Atas Sungai Citarum Mempermudah Aktivitas Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pihak meresmikan jembatan gantung di atas Sungai Citarum yang menghubungkan Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya dan Desa Tanggulun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Jumat (5/8/2022)./foto istimewa/bbcom/

MAJALAYA, balebandung.com – Jembatan gantung di atas aliran Sungai Citarum yang menghubungkan Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya dan Desa Tanggulun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung menjadi ikon baru peningkatan pembangunan insfrastruktur di wilayah tersebut.
Jembatan gantung itu baru diresmikan oleh pemerintah terkait pada Jumat (5/8/2022).

Dari Kementrian PUPR melalu Dirjen Bina Marga, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Ir H Anang Susanto M.Si., Bupati Bandung HM Dadang Supriatna diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan H. Marlan dan pihak lainnya turut hadir meresmikan jembatan gantung tersebut.

“Alhamdulillah dengan diresmikannya jembatan gantung di atas Sungai Citarum ini, dapat mempermudah warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Jembatan gantung ini bisa digunakan warga untuk lalulintas jalan kaki baik dari Desa Sukamaju menuju Desa Tanggulun maupun sebaliknya,” kata Kepala Desa Sukamaju Acep Handana kepada wartawan yang hadir pada kegiatan peresmian jembatan gantung tersebut.

Acep mengungkapkan pembangunan jembatan gantung itu sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pasalnya, menghubungkan akses masyarakat dari dua desa, yakni Desa Sukamaju dan Desa Tanggulun.

“Kita berharap dengan adanya pembangunan jembatan gantung dan saat ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Ini sebagai bukti bahwa hadirnya pemerintah dalam memfasilitasi sarana dan prasarana untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata Acep.

Menurutnya, pembangunan jembatan itu sudah menjadi harapan masyarakat sejak lama. “Sebelumnya warga memanfaatkan sarana perahu untuk menyebrang di dua desa itu. Namun sekarang bisa memanfaatkan akses jembatan gantung itu dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam beraktivitas,” tuturnya.

Acep, atas nama warga Desa Sukamaju dan Desa Tanggulun mengucapkan terima kasih atas realisasinya pembangunan jembatan gantung tersebut.
“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian PUPR melalu Dirjen Bina Marga dan Bapak Ir H Anang Susanto M.Si., sebagai aspirator Anggota DPR RI Komisi V/Fraksi Partai Golkar serta tidak lupa kepada Bupati Bandung. Pak Bupati sangat membantu dari awal, baik kepengurusan pembebasan lahan maupun dokumen keputusan lainnya sehingga terwujudnya jembatan gantung,” ujarnya.

Acep juga turut memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan gantung tersebut.
“Pembangunan jembatan gantung yang baru diresmikan ini akan memiliki nilai lebih baik ekonomi, pendidikan, dan insyaalloh eco wisata juga akan terbentuk kedepannya,” pungkasnya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]