Bale Bandung

“Kamojang Hill Bridge” Dinobatkan sebagai Jalan Hijau Indonesia

×

“Kamojang Hill Bridge” Dinobatkan sebagai Jalan Hijau Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung Ir.H.Agus Nuria., M.Si, saat menerima penghargaan Green Road Rating Indonesia Jembatan Cukang Monteng “Kamojang Hill Bridge” di Kec Ibun, pada acara PUPR Conference , di Hall B 3 JIExpo Kemayoran, Kamis (1/11/18). by PUPR

SOREANG – Pusat Penelitian Pembangunan Jalan dan Jembatan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sejak setahun lalu melakukan penilaian untuk Peringkat Jalan Hijau (Green Road Rating) di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2018, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan Cukang Monteng “Kamojang Hill Bridge” di Kecamatan Ibun, dinobatkan sebagai Jalan Hijau Indonesia melalui penghargaan Green Road Rating Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan langsung dari Kepala Balitbang Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung Ir.H.Agus Nuria., M.Si, saat PUPR Conference “Peningkatan Kepedulian Masyarakat Jasa Konstruksi dalam Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Keselamatan Konstruksi”, di Hall B 3 JIExpo Kemayoran, Kamis (1/11/18).

“Alhamdulillah, Pemkab Bandung untuk pertama kalinya berhasil meraih penghargaan Green Road Rating, melalui Kamojang Hill Bridge sebagai Jalan Hijau Indonesia,” kata Kepala Dinas PUPR Kab Bandung.

Untuk dapat disebut Jalan Hijau, jelas Agus, proyek pembangunan jalan baru maupun lama harus memenuhi kriteria keberlanjutan yang dilihat dari aspek lingkungan, akses dan transit (transportasi masyarakat), pelaksanaan konstruksi, material dan sumber daya alam yang digunakan dan juga teknologi perkerasan.

“Jalan Hijau adalah jalan yang dirancang dan dilaksanakan dengan menerapkan prinsip keberlanjutan yang meliputi aspek perlindungan lingkungan, aspek pemenuhan kebutuhan dasar manusia, dan aspek ekonomis,” urai Agus.

Terpilihnya jalan dan jembatan Cukang Monteng tersebut karena dinilai sudah memenuhi persyaratan, yakni berupa dokumen Life Cycle Cost atau diwakili oleh Laporan Studi Kelayakan dan dokumen lingkungan seperti Amdal/UKL-UPL/Izin Lingkungan.

“Pembangunan infrastruktur di Ibun ini sudah memenuhi prosedur, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan konstruksi juga operasionalnya, bahkan sudah direncanakan beberapa tahun. Saya harap infastruktur ini akan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam bertransportasi,” ungkapnya.

Dalam pembangunannya, kata Agus, jalan tembus Kamojang tersebut merupakan akses penunjang jalan strategis nasional Jabar Selatan dan jalan alternatif jalur mudik lebaran antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Selain itu, jalan ini juga disebut sebagai akses wisata geothermal dan pembangkit tenaga listrik panas bumi Kamojang.

“Pada tahap awal, dilakukan kegiatan pembangunan jembatan pelengkung rangka baja dan pembangunan jalan beton sepanjang 2,4 km. Ya, ini memang pembangunan jalan baru, dengan maksud mengalihkan jalan yang semula terjal tanjakan dan turunan, sekarang lebih nyaman dan aman,” paparnya.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip mengapresiasi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan Cukang Monteng menjadi Jalan Hijau Indonesia. Menurut bupati, kegiatan pembangunan jalan harus memberi dampak terhadap lingkungan, sehingga perlu diantisipasi mulai dari perancangan, pelaksanaan, konstruksi dan operasionalisasinya, agar sesuai dengan aspek-aspek pembangunan berkelanjutan.

“Keberhasilan ini merupakan bukti kerja keras Pemkab Bandung di bidang infrastruktur, yang harus menjadi motivasi untuk semakin berinovasi. Dengan semangat sabilulungan pemerintah dan masyarakat, ayo berkontribusi wujudkan Kabupaten Bandung yang nyaman, aman rapi, tertata dan ramah lingkungan,” pungkas Bupati.

Selain Cukang Monteng Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung pada tahun 2018, beberapa infrastruktur jalan dan jembatan yang berhasil mendapatkan Peringkat Jalan Hijau Indonesia pada 2015-2016 diantaranya Jalan Tol Bali Mandara di Bali, underpass Dewa Ruci di Bali, Jembatan Kelok Sembilan di Padang, Sumatera Barat, Jalan tembus Jl. Kartini-Jl. Gajah di Kota Semarang dan peningkatan jalan Karangandong- Kejambean Kulon di Kabupaten Gresik. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Demokrat, MA Hailuki menegaskan DPRD Kabupaten Bandung akan konsisten mengawasi aset-aset strategis milik Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap kebijakan eksekutif. Menurut Hailuki, pengawasan aset daerah menjadi salah satu fungsi penting DPRD karena berkaitan langsung dengan tata kelola pemerintahan, optimalisasi pendapatan daerah, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bandung bersama jajaran kelurahan menggelar rapat pembahasan anggaran kelurahan Tahun 2026 dan 2027 di lingkungan Bapperida Kabupaten Bandung, Senin, 25 Mei 2026. Kepala Bapperida Kabupaten Bandung H. Marlan mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari upaya penyelarasan perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan agar program […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bandung mendorong penguatan pemberdayaan perempuan dan ketahanan masyarakat di kawasan perkebunan teh melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Bandung Marlan saat menghadiri seminar bertajuk Suara dari Kebun: Kolaborasi Mendorong Resiliensi Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan di Kebun Teh, Senin, 25 […]

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali karena bahasanya menggunakan Bahasa Bali/Jawa Kuno. Menariknya, meski bukan teks berbahasa Sunda, Kidung […]

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali karena bahasanya menggunakan Bahasa Bali/Jawa Kuno. Menariknya, meski bukan teks berbahasa Sunda, Kidung […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com – Warga Kampung Mundel RT 04/RW 04 Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, mengeluhkan kondisi tanah dan bangunan rumah yang terus mengalami penurunan atau amblas diduga akibat aktivitas sumur artesis atau sumur bor dalam milik PT Kahatex Solokanjeruk. Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan maupun bangunan rumah di […]