Bale Bandung

Kang Ace Sebut Kader Partai Golkar Harus Selalu Menjaga Marwah

×

Kang Ace Sebut Kader Partai Golkar Harus Selalu Menjaga Marwah

Sebarkan artikel ini
Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Asep Nasrudin./balebandung.com/.

SOREANG, balebandung.com – Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Asep Nasrudin yang akrab disapa Kang Ace, sebagai salah satu kader militan Partai Golkar yang selalu aktif membesarkan nama partai berlambang pohon beringin itu.

“Saya yang sudah lama di Partai Golkar, tentunya sebagai kader Partai Golkar harus selalu menjaga marwah kebesaran Partai Golkar,” kata Kang Ace kepada wartawan, Kamis (28/7/2022) malam.

Menurut Kang Ace, untuk menjaga marwah kader Partai Golkar itu, tentunya dengan mengedepankan etika politik. “Salah satunya santun dalam berpolitik. Supaya Partai Golkar semakin dicintai oleh rakyat,” kata Kang Ace.

Untuk meningkatkan kualitas kader partai, sambung Kang Ace, para kader Partai Golkar kerap mengikuti kegiatan pendidikan politik baik yang dilaksanakan di internal partai maupun eksternal.

“Bahkan kita juga selalu mengikuti kegiatan pendidikan yang dilaksanakan sejumlah pihak, selain yang digelar Pemkab Bandung. Pendidikan politik itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang politik,” katanya.

Menurut Kang Ace, pentingnya pelaksanaan pendidikan politik itu, di antaranya untuk persiapan Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang.

“Supaya kita paham terkait dengan persiapan jelang pesta demokrasi itu. Makanya, kita sebagai kader Partai Golkar harus selalu siap dalam menghadapi perkembangan politik,” katanya. ***

Example 300250

Respon (1)

  1. Untuk kg Ace tetap semangat, menerapkan Marwah bukan di politik saja tapi dlm kehidupan sehari-hari pun harus di jalanin .. terimakasih ????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]