Bale JabarHankam

Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Jabar Naik 26%

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan didampingi Wagub Jabar Deddy Mizwar, saat peringatan HANI 2017 di halaman Gedung Sate, Senin (24/7). by Humas Pemprov jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan didampingi Wagub Jabar Deddy Mizwar, saat peringatan HANI 2017 di halaman Gedung Sate, Senin (24/7). by Humas Pemprov jabar

GESAT – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan perang melawan narkoba, menyusul makin maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya yang menimpa generasi muda.

“Saya bertekad untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba dan perang untuk narkoba,” tegas Aher usai memimpin apel puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 tingkat Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Senin (24/7/17). Apel ini dihadiri para siswa sekolah, guru, BNN, Polda Jabar, LSM dan Ormas serta para ASN.

Menurut Aher peringatan HANI ini harus jadi momentum membangun komitmen bersama menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba. “Kita melihat narkoba ini sangat mengancam generasi muda. Kita tidak ingin mereka terjebak, celaka, masa depannya suram gara-gara narkoba. Karena itulah mari kita bersatu padu semua komponen masyarakat seperti keluarga, sekolah, instansi swasta dan pemerintah semua bersatu padu untuk menjaga para anggotanya dari bahaya narkoba,” seru Aher

Kecenderungan yang terjadi pada anak muda saat ini yaitu sering dijadikannya narkoba sebagai pusat pelarian bila mengalami sebuah masalah di keluarga, sekolah, tempat kerja maupun lingkungannya. Hal tersebut justru sama sekali tidak menyelesaikan masalah, yang ada hanya makin memperburuk keadaan.

“Penyelesaiannya adalah bermunajat, dzikir kepada Allah segera, kemudian berkonsultasi dengan orang terdekat kita yang bisa menyelesaikan seperti orang tua, guru, tokoh, kepada merekalah anak muda harus berkonsultasi kalau ada masalah. Bukan ke narkoba,” ucap Aher.

Gubernur pun meminta kepada guru-guru di sekolah dan orang tua di rumah termasuk tokoh-tokoh organisasi swasta maupun pemerintah harus membuka seluas-lussnya untuk dijadikan teman oleh masyarakat umum agar terbuka untuk bersosialisasi.

Terkait tes urine untuk para ASN di lingkungan Pemprov Jabar, Aher menyebut akan kembali digelar karena hal itu adalah kegiatan rutin. Namun Aher enggan menyebutkan kapan akan dilaksanakan. “Akan diadakan lagi, tapi waktunya tidak akan disebutkan. Alhamdulillah, sudah tiga kali kita ya hasilnya negatif semuanya,” beber Aher.

Dalam kesempatan tersebut, Aher melaporkan data yang diterima dari Polda Jabar bahwa selama tahun 2016 jumlah pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polda Jabar meningkat sekitar 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2015 ada 2.692 kasus sedangkan tahun 2016 ada 3.394 kasus.

“Dengan demikian terjadi kenaikan, dengan kasus dominan yaitu jenis ganja dan sabu. Tentu ini mengakibatkan kerugian besar. Maka penanganan tegas dan komitmen bersama harus terus digalakan untuk memeranginya,” tandas Aher.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close