BALERAME, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur judi online. Menurut KDS, tidak ada keberhasilan yang lahir dari angan-angan atau melamun dan berharap keberuntungan melalui perjudian.
“Tidak ada ceritanya orang bisa jadi kaya dari hasil melamun. Tidak ada cerita sukses dari bermain judi,” kata KDS saat menghadiri Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Tasyakur HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Bandung di Dome Bale Rame, Selasa (25/8/2026).
Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN) khususnya, tetapi juga seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. KDS meminta momentum Maulid Nabi menjadi pengingat untuk membangun kehidupan melalui kerja nyata, usaha dan kegiatan yang bermanfaat.
Sebelumnya diberitakan, KDS menyatakan keprihatinannya atas data 1.066 ASN yang berdomisili di Kabupaten Bandung dan terindikasi terlibat judi online sepanjang 2025 dengan nilai deposit sekitar Rp6,59 miliar. KDS menegaskan data dari PPATK tersebut masih harus diverifikasi untuk memastikan siapa saja yang merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bandung.
Jika setelah verifikasi ditemukan ASN Pemkab Bandung yang terbukti terlibat judi online, KDS memastikan akan memberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut KDS, judi online bukan jalan untuk memperbaiki kehidupan. Uang yang dihabiskan untuk berjudi, kata dia, lebih baik digunakan untuk kebutuhan keluarga, pendidikan anak, menabung atau kegiatan produktif.
“Kalau ingin berhasil, ya bekerja dan berusaha. Jangan berharap dari judi,” ujarnya.
KDS juga mengingatkan bahwa persoalan judi online tidak hanya menyangkut kerugian materi. Kebiasaan tersebut dapat merusak ekonomi keluarga, mental dan masa depan seseorang.
Karena itu, ia mengajak masyarakat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dengan menjalani kehidupan secara jujur, produktif dan bertanggung jawab.
“Melalui Maulid Nabi ini bukan hanya kita memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW, tapi yang paling penting bagaimana kita mengimplementasikan apa yang ada pada Nabi kita,” pesanya.***







