Bale Bandung

Kementerian PU Setujui Exit Tol Tegalluar di Proyek Jalan Tol Getaci

×

Kementerian PU Setujui Exit Tol Tegalluar di Proyek Jalan Tol Getaci

Sebarkan artikel ini
Sekda Kab Bandung Cakra Amiyana saat konsultasi publik pembangunan Jalan Tol Getaci di Grand Tjokro Kota Bandung, Kamis (12/2/26)

BANDUNG, balebandung.com – Pemkab Bandung turut menyepakati rencana pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), yang akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu). Kesepakatan Pemkab Bandung ini seiring dengan disepakatinya Exit Tol Tegalluar di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung oleh Ditjen Bina Marga Kemenpu.

Dari progres terakhir pembangunan tol fase pertama Gedebage-Tasikmalaya (Getasik) ini kini memasuki tahap pemutakhiran studi kelayakan (Feasibility Study) rencana proyek, dengan skema kolaborasi jangka panjang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan dukungan Kementerian Keuangan melalui Project Development Facility (PDF).

Progres lainnya adalah proses pembebasan lahan yang saat ini sudah mencapai 48,7% di mana pada tahun 2026 ini Kemenpu menargetkan tercapai 50% lahan.

Kesepakatan dituangkan ke dalam poin-poin kesimpulan dalam Berita Acara Konsultasi Publik yang digelar Kemenpu di Grand Tjokro Kota Bandung, Kamis 12 Februari 2026.

“Pon ketiga disebutkan, dalam pemutakhiran studi kelayakan akan dikaji kembali trase dan exit tol yang akan dibangun, khusus segmen Garut Utara-Tasikmalaya, dan akses Tegalluar yang saat ini telah memperoleh izin prinsip dari Direktorat Bina Marga,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana.

Menurut Sekda Cakra Amiyana Exit Tol Tegalluar dari Tol Getaci ini sangat strategis mengingat sedang dikembangkan Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan kota terintegrasi dengan transportasi publik massal di Stasiun Kereta Cepat Tagalluar seluas 340 hektare.

“Hal ini sesuai dengan misi pembangunan Jalan Tol Getasik ini yang akan mendukung kegiatan pengembangan kawasan sekitar, dengan opsi kerjasama dengan pemerintah daerah,” imbuh sekda.

Selain itu, Jalan Tol Getasik ini juga akan melintasi Kecamatan Bojongsoang, Majalaya dan Kecamatan Nagreg.

Poin kesepakatan selanjutnya, pembangunan Jalan Tol Getasik ini juga akan memperhatikan konektivitas dengan jalan eksisting, terasuk integrasi dengan proyek jalan tol dalam kota Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Selain itu, pembangunan Tol Getasik juga harus memperhatikan lingkungan hidup. Kesepakatan terakhir dalam Berita Acara Konsultasi Publik tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi, Kota dan Kabupaten berharap proyek Tol Getasik dapat terealisasi, sesudang dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.

Pembangunan Tol Getaci sepanjang 95,5 kilometer dengan estimasi anggaran Rp29,5 triliun ini merupakan uaya pengembangan Kawasan Rebana dan Jabar Selatan di Jawa Barat. Selain itu juga akan melengkapi jaringan jalan tol di Jabar dan meningkatkan konektivitas dengan Provinsi Jawa Tengah.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]