Bale Bandung

Ketua DPRD Berharap Nilai-nilai Harmonis dan Sinergi Bisa Diimplementasikan dalam Kebijakan Pemkab Bandung

×

Ketua DPRD Berharap Nilai-nilai Harmonis dan Sinergi Bisa Diimplementasikan dalam Kebijakan Pemkab Bandung

Sebarkan artikel ini

SOREANG,balebandung.com – Ketua DPRD Kabupaten Bandung H. Sugianto mengatakan, hari ini setelah melaksanakan upacara bendera Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung, dengan lima rangkaian kegiatan dan dilanjutkan dengan paripurna istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Bandung berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Bandung tersebut.

“Tentu di dalam paripurna istimewa ini sebagai bentuk wujud rasa syukur pemerintah Kabupaten Bandung, yang di dalamnya DPRD Kabupaten Bandung atas perjalanan pembangunan di Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan nilai-nilai harmonis dan sinergi ini bisa diimplementasikan di dalam kebijakan pemerintah Kabupaten Bandung,” kata Sugianto kepada wartawan usai upacara Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung di lapangan Upakarti Soreang, Rabu (3/5/2023).

Sehingga nantinya, kata Sugianto, kebijakan yang ada betul-betul sejalan dan searah dengan harapan masyarakat Kabupaten Bandung.

“Di paripurna istimewa itu sebetulnya tidak ada pembahasan, pelaksanaan paripurna istimewa itu menyampaikan sejarah singkat Kabupaten Bandung, termasuk juga keberhasilan-keberhasilan pembangunan di Kabupaten Bandung pada tahun 2023 ini,” katanya.

Ia mengungkapkan ada segmen-segmen yang memang ada pendapatannya naik di Kabupaten Bandung, di antaranya pendapatan asli daerah. “Tentu ini menjadi bahan perhatian bagi kita. Nanti juga kita pada saat rapat di badan anggaran akan melakukan evaluasi, sisi mana yang naik dan sisi mana yang proyeksinya menurun. Ini tentunya ada pengaruh-pengaruh yang menjadikan pendapatan naik dan turun,” ujarnya.

“Memang sesungguhnya ada kenaikan dari sisi pendapatan. Namun nanti kita akan inventarisasi kebaikan-kebaikan tersebut,” imbuhnya.

Sugianto mengatakan bahwa rasa syukur ini diungkapkan, tentunya kedepan harus lebih baik dari pengelolaan penyelenggaraan pemerintah daerah ini.

“Tentunya dengan tantangan yang berat dan dengan pendekatan-pendekatan administrasi pemerintahan yang betul-betul kedepan harus lebih komprehensif bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Itu tujuan akhir dari penyelenggaraan pemerintahan atau pengelolaan keuangan daerah ini,” tuturnya.

Sugianto mengungkapkan bahwa pihaknya masih menghadapi tantangan, bahwa Kabupaten Bandung ini merupakan daerah rawan bencana longsor maupun banjir. “Termasuk bagaimana tantangan pembangunan sumber daya manusia. Ini tentunya sangat penting, pembangunan sumber daya manusia sangat penting,” katanya.

Menurutnya, pembangunan fisik, kalau SDM-nya lemah, maka ini tidak akan terjadi sinergitas. Oleh karenanya kedepan yang paling berat adalah bagaimana membangun sumber daya manusia Kabupaten Bandung. Termasuk di jajaran pemerintah Kabupaten Bandung.

“Saya atas nama pimpinan DPRD Kabupaten Bandung berterima kasih kepada seluruh warga Kabupaten Bandung yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan, baik langsung atau tidak langsung dalam pembangunan. Warga masyarakat sangat berkontribusi dalam pembangunan kita,” ujarnya.
Oleh karena, ia berharap atas kerjasama yang baik dari masyarakat ini, betul-betul nanti pembangunan di Kabupaten Bandung bisa lebih terasa oleh masyarakat se-Kabupaten Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]