Bale Jabar

Kodam III/Slw Rekrut 456 Calon Prajurit TNI AD, Termasuk dari Baduy

×

Kodam III/Slw Rekrut 456 Calon Prajurit TNI AD, Termasuk dari Baduy

Sebarkan artikel ini
Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Tri Soewandono saat meninjau pelaksanaan seleksi Calon Tamtama prajurit TNI AD di Rindam III/Slw, Kota Bandung, Rabu (20/3/19). by Pendam Slw
Pelaksanaan seleksi Calon Tamtama prajurit TNI AD di Rindam III/Slw, Kota Bandung, Rabu (20/3/19). by Pendam Slw

BANDUNG – Dari 726 orang yang masuk tahap akhir Panitia Daerah (Panda), termasuk didalamnya terdapat 3 orang dari (pedalaman) Baduy, Kodam III/Slw akan merekrut sekitar 456 orang calon prajurit Tamtama TNI AD.

Hal tersebut disampaikan oleh Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Tri Soewandono saat meninjau pelaksanaan seleksi Calon Tamtama prajurit TNI AD di Rindam III/Slw, Kota Bandung, Rabu (20/3/19).

Diungkapkan Pangdam, penerimaan prajurit dilaksanakan setiap tahun, baik untuk menjadi prajurit Tamtama, Bintara, Taruna Akmil dan Perwira Karir yang berasal dari sarjana.

“Saat ini, pendaftaran mudah, karena sudah online dan gratis. Namun tetap harus konfirmasi ulang ke Ajendam atau Ajen Korem, dalam rangka tahapan selanjutnya,” ujar Pangdam.

“Untuk para atlet berprestasi baik putera maupun puteri, khususnya tingkat nasional, berkesempatan untuk menjadi prajurit TNI AD. Demikian juga dengan putera asli daerah, jika di sini seperti Suku Baduy,” tambahnya.

Akan tetapi, tukas Pangdam, semua calon prajurit itu harus memenuhi kriteria atau persyaratan yang telah ditetapkan, agar tercapai standarisasi potensi, pengetahuan dan kemampuan prajurit. Menurutnya, penerimaan prajurit tujuannya untuk memenuhi jumlah personel yang akhirnya dapat menambah kekuatan pertahanan negara Indonesia.

“Dari 726 orang yang masuk tahap akhir Panda termasuk didalamnya 31 orang Sub Panda Korem 064, 3 orang dari (pedalaman) Baduy, hanya akan diambil sekitar 456 orang. Jumlah itu, merupakan hasil seleksi dari jumlah pendaftar 1.632 orang pada awal seleksi. Ini menunjukan bahwa untuk menjadi prajurit TNI AD harus melewati rangkaian seleksi yang ketat,”tegasnya.

Sementara itu, Kapendam III/Slw Letkol Inf FX.Welliyanto, menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu pada hari Rabu (20/3/19) tersebut masih rangkaian tahapan di tingkat Panitia Daerah (Panda).

“Selanjutnya, bagi mereka yang dinyatakan lulus seleksi Panda, akan mengikuti seleksi tingkat pusat. Dimana panitianya langsung dari Mabesad, tapi pelaksanaannya tetap di wilayah Kodam III/Slw,” terang FX. Wellyanto.

Adapun proses untuk menuju lulus seleksi menjadi prajurit Tamtama TNI AD, menurut Wellyanto, sebelum seleksi berikutnya dengan materi kesehatan, jasmani, pengetahuan umum, Mental Ideologi (MI) dan psikologi serta Pantuhir dan Parade, para calon harus lulus administrasi terlebih dahulu.

“Penerimaan prajurit TNI harus kredibel dan transparan. Oleh karenanya bagi setiap orang tua atau wali calon Catam PK Gelombang I Tahun 2019 agar mengawal anak-anaknya selama mengikuti seleksi,” jelasnya.

“Bagi yang ingin lulus seleksi dan menjadi Tamtama TNI AD, maka harus bekerja keras untuk berlatih secara fisik dan mental serta persiapkan diri sebaik mungkin agar bisa lulus,”tegas FX.Wellyanto.

Senada yang disampaikan Pangdam, Aspers Kasdam III/Slw Kolonel Inf Budi Utomo pun kembali menegaskan selama proses seleksi ini, panitia tidak memungut biaya atau bayaran, dan dipastikan gratis.

“Saya ulangi lagi, penerimaan prajurit TNI AD gratis. Apabila calon maupun orang tua atau wali menemukan oknum yang meminta uang agar segera laporkan ke panitia,” tegas Budi Utomo.

“Apabila pada seleksi tersebut peserta dinyatakan lulus, maka selanjutnya mereka akan mengikuti pendidikan di Dodik Secata Rindam III/Siliwangi di Pengalengan,” imbuhnya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]