Bale Bandung

KPU dan Bawaslu Kab Bandung Dinilai Tidak Konsisten dalam Rekrutmen PPK dan Panwascam

×

KPU dan Bawaslu Kab Bandung Dinilai Tidak Konsisten dalam Rekrutmen PPK dan Panwascam

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Jelang Pemilihan Umum 2024, Komisi Pemilihan Umum  (KPU) dan adan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung dinilai tidak konsisten dalam melakukan rekrutmen.

Baik KPU ketika merekrut Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan (PPK) ataupun Bawaslu ketika merekrut Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Hal ini membuat sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat protes dan mempertanyakan keganjilan rekrutmen kedua institusi itu.

Menurut Ketua LSM FPKB Hidayat Bastaman,  KPU dan Bawaslu melanggar aturan yang telah ditetapkan di tingkat pusat hingga daerah.

“Saya pikir KPU dan Bawaslu ini tebang pilih dalam rekrutmen PPPK ataupun Bawaslu dalam merekrut Panwascam. Misalnya KPU dalam salah satu persyaratannya tidak boleh yang bekerja double. Seperti pendamping desa, itu kan tidak boleh. Kenyatannya tetap ada pendamping desa diloloskan KPU,” kata Hidayat Bastaman kepada wartawan, Rabu (21/12/2022).

Lalu Bawaslu juga sama, imbuh Hidayat, meloloskan yang sedang hamil sembilan bulan.

“Ini parah Bawaslu Kabupaten Bandung ini. Bagaimana si Panwascam caranya mau kerja penuh waktu kalau sedang hamil dan nanti masa menyusui akan menggangu kinerja Panwascam,” beber Bastaman.

Dalam rekrutmen Panwascam, lanjutnya, Bawaslu dinilai tidak teliti. Seorang tenaga ahli parpol masih juga diterima sebagai anggota Panwascam.

“Ini terjadi di Panwascam Soreang. Ini bagaimana ini? Kok Bawaslu sembarangan sekali melakukan rekrutmen ini. Apakah memang Bawaslu sudah disusupi parpol tertentu agar aman dalam pemilu tahun depan atau bagaimana,” ungkapnya.

Banyak hal yang harus diluruiskan dari KPU ataupun  Bawaslu. Pihaknya siap untuk membuktikan hal itu jika memang diminta.

“Sungguh keterlaluan dong. Masa anggota parpol dan dia itu tenaga ahli anggota DPRD. Pokoknya harus diprotes terus ini. Karena mereka mereka itu makan uang rakyat, ” tegas Bastaman.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]