Bale Bandung

Kura-kura Moncong Babi Ditemukan di Sungai Cisangkuy

×

Kura-kura Moncong Babi Ditemukan di Sungai Cisangkuy

Sebarkan artikel ini
Kura-kura Monbi by wwf
Kura-kura Monbi by wwf

PAMEUNGPEUK – Warga Kampung Sayang 02/09, Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, dihebohkan dengan temuan kura-kura moncong babi atau monbi (Carettochelys insculpta) sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (28/8/17).

Penemuan satwa endemik Papua ini, berasal dari pengerukan normalisasi Sungai Cisangkuy yang dilakukan Balai Besar Wilayah Citarum (BBWS) Citarum sejak sebulan terakhir di wilayah Desa Rancatungku. Satwa yang memiliki moncong seperti babi itu terangkat oleh beko pengeruk.

Satwa tersebut memiliki karapas (tempurung) dengan lebar sekitar 30 centimeter dan panjang 40 centimeter. Karapasnya lebih mirip kulit tebal dibandingkan cangkang yang keras. Kakinya lebih menyerupai sirip air, seperti penyu laut.

Dari informasi yang dihimpun, monbi merupakan hewan yang full-aquatic atau lebih banyak hidup di air, dan hanya ke darat untuk bertelur. Namun sayang, nyawa kura-kura yang berjenis kelamin betina itu tak panjang sejak ditemukan oleh warga.

Warga dan pekerja proyek menyembelih satwa malang itu pada malam harinya, untuk dikonsumsi. Masyarakat setempat percaya, jika daging kura-kura berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Seorang warga, Ano Karno (43) menuturkan, perlu tenaga enam pria dewasa dan waktu satu jam untuk mengikat dan menyembelih satwa bercangkang lunak itu.

“Kepalanya terus masuk ke dalam, sulit untuk ditarik juga. Akhirnya kelamin satwa tersebut ada yang mencolok-coloknya agar kepalanya mau keluar,” kata Ano.

Di rumah Ano, monbi tersebut hanya tinggal karapasnya. Masih terlihat beberapa carik daging segar di dalamnya. Tak terbayangkan, bagaimana perlakuan warga terhadap satwa yang dilindungi tersebut sebelum matinya.

Satwa tersebut dijadikan objek hiburan, terutama oleh anak-anak. Karapas bagian bawahnya pun tampak bekas gerudi untuk mengikat monbi. Tentu saja, walau memiliki badan yang besar, monbi tak berdaya untuk menghadapi perlakuan warga terhadapnya.

Ano, pria yang sehari-hari bekerja di kebun bambu itu segera mendekati tumpahan kerukan beko di bantaran Sungai Cisangkuy. Ia menyangka benda berwarna agak kekuningan itu merupakan sebuah ember. “Saya kira itu ember jolang, karena tak jauh dari sungai ada pabrik ember. Setelah didekati ternyata itu kura-kura,” tuturnya.

Saat ditemukan, beberapa orang sempat berdebat akan diapakan satwa itu. Ada yang berpendapat untuk dijual, namun akhirnya disepakati satwa tersebut akan dimasak untuk dimakan bersama-sama.

“Ada pekerja proyek yang tak mau makan daging monbi, akhirnya dia diberi uang Rp. 50 ribu oleh warga lainnya. Sebagian dari mereka (pekerja proyek) mengambil telur-telur dari monbi ini,” ucap Ano.

Ano mengaku tidak tahu kalau satwa langka itu dilindungi undang-undang. “Kami tidak tahu kalau hewan ini merupakan hewan yang dilindungi. Kalau tahu, mungkin tidak akan sembelih,” kilahnya.

Di aliran Sungai Cisangkuy sendiri masih banyak satwa liar yang dilihat oleh warga. Beberapa waktu ke belakang, warga pernah mendapati biawak dan ular sanca. Ular tersebut diklaim memiliki bobot 40 kilogram dengan panjang lebih dari 8 meter. “Akhirnya dijual oleh warga,” kata Ano.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

CIPARAY, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Rakyat yang digagas Anggota DPR RI, Asep Romi Romaya di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan khitanan massal, pasar pangan murah, serta pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KDS menilai kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian kepada […]

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, terkait dugaan pungutan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas. Pengawas SD Kecamatan Pasirjambu Hj. Tati Rohaeti, S.Pd., M.Pd. memastikan seluruh uang yang telanjur terkumpul dari orang tua telah dikembalikan. Sementara kegiatan pelepasan […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Rumah Layak Huni Baznas milik Lisna, warga Kampung Nagrak RT 03 RW 02, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – PD-PKPNU Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mardhotillah, di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu 3-5 Juli 2026. Lokasi pesantren berada di wilayah Desa Sukamulya yang relatif mudah dijangkau dari Jalan Raya Rancaekek-Majalaya. Kemudian cari arah Jalan Rancabeureum, jika dari Dangdeur Rancaekek […]

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik setelah Yunita ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan, khusunya yang melanda Kecamatan Bojongsoang. Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Pemkab Bandung juga membuka opsi relokasi warga yang selama ini tinggal di wilayah langganan genangan. Menariknya, proses penanganan banjir tersebut akan melibatkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten […]