Bale Bandung

Libur Akhir Tahun, Ojeg dan Taksi Gratis Polsek Ibun Beraksi Lagi

×

Libur Akhir Tahun, Ojeg dan Taksi Gratis Polsek Ibun Beraksi Lagi

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi mengangkut penumpang dengan Mobil Patroli Polsek Ibun yang dijadikan taksi gratis bagi pemudik atau wisatawan yang mengalami mogok kendaraan di Tanjakan Patrol Jln Kamojang Kec Ibun Kab Bandung, Sabtu (23/12/17). by Polsek Ibun
Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi mengangkut penumpang dengan Mobil Patroli Polsek Ibun yang dijadikan taksi gratis bagi pemudik atau wisatawan yang mengalami mogok kendaraan di Tanjakan Patrol Jln Kamojang Kec Ibun Kab Bandung, Sabtu (23/12/17). by Polsek Ibun

IBUN – Ojeg dan Taksi Gratis Polsek Ibun kembali beraksi sejak tanggal 23 Desember 2017 sampai 2 Januari 2018. Ojeg dan taksi gratis Polsek Ibun ini mengangkut para pemudik dan pengunjung tempat pariwisata yang kendaraannya mogok di Tanjakan Patrol, Jalan Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Di musim liburan, jalur alternatif Lingkar Kamojang memang selalu ramai dilalui kendaraan pemudik dan wisatawan yang akan berwisata ke wilayah Garut. Jalur ini kerap digunakan untuk mempersingkat waktu tempuh Bandung-Garut. Sebelumnya di musim libur Lebaran 2017 pun, Ojeg dan Taksi Gratis Polsek Ibun ini siap sedia membantu.

Sebelum melintasi jalur Lingkar Kamojang dari arah Ibun menuju Garut, pengendara akan mellintasi tanjakan TPU Patrol dan SD Patrol. Di tanjakan tersebut jika pengguna jalan yang belum mengetahui medan, mesin kendaraan kerap mati mendadak dan tidak dapat melintasi tanjakan karena tidak dapat mengoperasikan perseneling dengan baik.

“Ojek dan taksi gratis Polsek Ibun ini menawarkan jasa angkutan gratis, dengan rute Tanjakan Patrol sampai Kamojang atau sampai Pos Pam Jembatan Cukang Monteng,” kata Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi kepada wartawan, Sabtu (23/12/17).

Aksi yang dilakukan atas inisiatif Kapolsek Ibun ini mengingat banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat yang mogok ketika melintasi Tanjakan Patrol yang mengarah ke Jembatan Cukang Monteng. Tanjakan tersebut memang dikenal sangat curam. Banyak kendaraan yang mogok ketika melewati jalur tersebut.

“Kami mengangkut para pemudik dan pengunjung tempat pariwisata yang kebetulan kendaraannya mogok. Kalau sudah mogok ya ojek dan taksi gratis Polsek Ibun menawarkan jasa angkutan gratis,” ujar Iptu Asep.

taksi ojeg polsek ibun (2)Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi mengungkapkan kebanyakan kendaraan roda dua yang melintasi Tanjakan Patrol tersebut tidak naik, akibat kelebihan muatan barang. Alhasil motor atau mobil rager Polsek Ibun harus turun tangan untuk menarik penumpang dan muatan barangnya.

Asep mengatakan pihaknya kerap mengingatkan kepada pengguna jalan untuk tetap menggunakan perseneling rendah jika melintasi Jalur Tanjakan Patrol yang menuju Jembatan Cukang Monteng tersebut.

“Kami imbau gunakan gigi satu, sedangkan pengendara menggunakan gigi tiga pas mau pindah ke gigi satu kendaraan berhenti, akhirnya petugas kepolisian langsung turun tangan,” ungkapnya. Karena kendaraaan yang digunakan masyarakat tidak naik, penumpangnya diangkut oleh kendaraan roda dua milik Anggota Polsek Ibun atau disebut ‘ojeg gratis’.

Setelah sampai di Lingkar Kamojang kemudian penumpang dipindahkan ke mobil ranger atau disebut ‘taksi gratis’ sampai Pos Datar Keusik. Bagi pengendara yang belum pernah melewati jalur tersebut, anggota Polsek Ibun dengan senang hati dapat menaikan kendaraan melewati Tanjakan Patrol dan Lingkar Kamojang saja.

Jadi, jangan khawatir, bagi pengendara yang baru pertama kali melintasi jalur tersebut, anggota Polsek Ibun tetap bersiaga selama 24 jam dan akan membantu jika kendaraanya tidak dapat melintasi tanjakan tersebut.

“Selain ojeg dan taksi gratis, ada juga driver cadangan di Tanjakan Patrol. Operasi kemanusiaan ini kami lakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada pemudik yang melintasi Lingkar Kamojang baik dari arah Garut atau Bandung untuk tidak membawa muatan barang yang berlebihan. “Jangankan bawa barang berlebihan, bawa diri (penumpang) saja motornya engga naik,” kata dia.

Selain itu, perhatikan kondisi kendaraan dan kendaraan harus banyak di istirahatkan untuk mendinginkan rem agar tidak aus atau bahkan blong. “Diharapkan rem banyak diistirahatkan, ditakutkan saat kendaraan melintasi Lingkar Kamojang mengalami rem blong. Untuk mengantisipasi hal tersebut, istirahatkan kendaraan di beberapa rest area yang telah disediakan Polres Bandung,” jelasnya.

Rest area itu ada di Pos Gatur Pertigaan Gandasoja Majalaya, Pos Pemantauan Tanjakan Patrol, Pos Pemantau SD Patrol (sebelum Lingkar Kamojang), Pos Pemantauan Datar Keusik Indonesia Power dan Pos Gatur Jalur Lingkar Monteng Warung Dahlan (setelah Lingkar Kamojang).

Pos Gatur atau Pos Pemantauan tersebut sekaligus digunakan sebagai rest area untuk beristirahat para pemudik. Selain itu, jika pemudik akan beristirahat di Pos Datar Keusik untuk tidak menyalakan api atau rokok. Sebab pos tersebut berdekatan dengan pipa panas bumi milik Pertamina Geothermal Energy Kamojang.

“Di area tersebut sangatlah gersang dan banyak rumput ilalang kering. Ditakutkan jika ada yang membuang puntung rokok sembarangan, rumput dapat terbakar dan menyambar pipa gas. Untuk mengantisipasi hal tersebut kami telah memberikan imbauan langsung dan melalui papan imbauan,” imbaunya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]