Bale Jabar

Mahasiswa UIN Bandung Raih Juara Lomba Video Opini Covid-19 se-Indonesia

Mahasiswa FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Roseu Ratnasari.

BANDUNG, Balebandung.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Roseu Ratnasari, berhasil meraih juara ketiga lomba video opini antarmahasiswa se-Indonesia.

Ajang perlombaan bertajuk Covid-19 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syaifuddin Sambas Kalimantan Barat, Kabinet Sinergi Kebaikan ini menetapkan Ibrahim Fadhil, mahasiswa Institut Teknologi Bandung sebagai juara pertama, juga juara kedua, Hanum Kanthi Pramesthi, mahasiswa Universitas Brawijaya.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si sangat mengapresiasi dan bersyukur atas segala capaian prestasi mahasiswa yang terus berusaha untuk mengharumkan dan mengangkat marwah kampus tercinta di tengah Covid-19.

“Alhamdulillah, ini menjadi berkah tersendiri dari adanya wabah Corona dan menjadi bukti atas ikhtiar kampus yang terus berusaha untuk mengkampanyekan dua pendekatan lahir dan batin dalam menyikapi wabah Corona ini. Saya atas nama pimpinan mengucapkan selamat buat Adinda Roseu Ratnasari yang meraih juara tiga video opini Covid-19. Mari kita pertontonkan segala kebaikan dan prestasi baik di kalangan mahasiswa, dosen, tenaga pendidik maupun alumni dengan segala potensi yang dimiliki masing-masing,” kata Rektor dalam rilisnya, Senin (20/7/2020).

Video opini berjudul Kuliah Online, Dampak Mekanisme Pembelajaran via Daring berpengaruh terhadap Pendidikan di Indonesia ini memaparkan dampak positif atau negatif kuliah online.

Pembelajaran dalam jaringan merupakan salah satu solusi terbaik agar pendidikan di segala jenjang pendidikan di Indonesia dapat dilaksanakan dengan metode pembelajaran di rumah saja. Roseu menuturkan banyak dari mahasiswa yang sangat menyayangkan akan adanya kuliah online yang dilaksanakan serentak di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.

“Banyak keluhan yang dilontarkan mahasiswa mengenai perkuliahan online ini. Di sini saya menjelaskan mengenai dampak positif pendidikan di Indonesia, terkhusus pada mekanisme pembelajaran daring atau kuliah online. Di sini saya lebih mengajak bahwa dalam menjalani kuliah online ini jangan banyak mengeluh, harus banyak bersyukur dan banyakin kegiatan produktif. Walaupun secara online dan di rumah saja. Contohnya dengan ikut ikut lomba yang banyak diselenggarakan,” ungkap Roseu.

Menurutnya, sebagai generasi bangsa, anak muda yang memiliki semangat yang harus terus ditingkatkan, terus dibangun dengan hal-hal yang positif, “yang harus terus diberi asupan sebuah motivasi dan inspirasi.

Namun melihat kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19, tidak bisa dipungkiri lagi gerak gerik kita sangat terbatas dan sangat dibatasi,” imbuhnya.

Kendati begitu dengan adanya perkuliahan online yang dilaksanakan oleh semua perguruan tinggi menurutnya bisa lebih memaksimalkan lagi peluang peluang yang harus terus dihadirkan dalam pelajaran yang akan berlangsung.

“Secara tidak langsung ini akan berdampak kepada pengembangan skill dan bakat para mahasiswa selain melaksanakan kuliah online. Saya berharap untuk pihak kampus sebisanya harus memaksimalkan mengenai pengembangan bakat atau keahlian para mahasiswanya. Seperti mewasahi mereka dengan berbagai lomba yang diadakan oleh universitas sendiri. Sedangkan harapan untuk pandemi Covid 19 ini dengan ketidakpastian kapan berakhirnya. Semoga hal ini menjadi sebuah hikmah bagi kita semua, terlebih memaksimalkan mengingat Tuhan,” paparnya. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close