Bale Bandung

Mantan Ketua KPU Kab Bandung Jadi Anggota Dewan PAW

×

Mantan Ketua KPU Kab Bandung Jadi Anggota Dewan PAW

Sebarkan artikel ini
Mantan Ketua KPU Kab Bandung Osin Permana. by PJI Kab Bdg
Mantan Ketua KPU Kab Bandung Osin Permana. by PJI Kab Bdg

SOREANG – Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung, Osin Permana,S.Ag,M.Ag, dilantik menjadi anggota DPRD Kab Bandung dari Fraksi Partai Demokrat. Pelantikan dijadwalkan Senin (9/1/17) pukul 09.00 WIB di Gedung Sidang Paripurna DPRD Kab Bandung.

Osin mengisi kursi pergantian antar waktu (PAW) dari anggota Fraksi Demokrat sebelumnya almarhumah Hj. Euis Rokayah,S.Ak yang meninggal dunia pada 26 September 2016.

Sebelumnya Osin mengundurkan diri sebagai Ketua KPU Kab Bandung pada 8 April 2013 silam untuk menjadi bakal calon legislatif (caleg) DPRD Kab. Bandung dari Partai Demokrat periode 2014-2019.

Untuk mengajukan diri sebagai bakal caleg seperti jabatan ketua KPU, kepala daerah, kepala desa maupun aparat desa, harus mengundurkan diri dari jabatannya. Osin Permana pun waktu itu menjadi bakal caleg untuk Dapil 7 Kec. Cangkuang, Cimaung, dan Pangalengan dengan menempati peringkat satu dari Partai Demokrat.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Ir.H.Anang Susanto.,M.Si menjelaskan, sesuai dengan ketentuan Pasal 105 Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan DPRD, anggota dewan yang berhenti antar waktu, akan digantikan oleh calon DPRD dengan perolehan suara terbanyak.

“Urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama, pada daerah yang sama, serta masa jabatan anggota dewan pengganti antar waktu adalah melanjutkan sisa masa jabatan anggota yang digantikan, dalam hal ini, masa jabatan 2012 hingga 2019 atau 3 tahun ke depan,” kata Anang.

Pada kesempatan itu, jabatan keanggotaan Komisi D diisi Osin Permana, S.Ag.,M.Ag dari Fraksi Partai Demokrat. Anang berharap dengan kehadirannya, dinamika Fraksi Demokrat akan semakin dinamis, khususnya dalam menjalankan tugasnya menampung aspirasi masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]