Rabu, Juli 6, 2022
BerandaBale Kota BandungPemkot Bandung Gaet Facebook Menuju Digital Economy

Pemkot Bandung Gaet Facebook Menuju Digital Economy

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Head Of Economic Growth Initiatives APAC Facebook Clair Deevy menandatangani piagam kerjasama saat acara Boost Your Business Bandung, di UPT Sentra Industri dan Perdagangan TPT Cigondewah, Rabu (31/8). by Humas Pemkot Bandung.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Head Of Economic Growth Initiatives APAC Facebook Clair Deevy menandatangani piagam kerjasama saat acara Boost Your Business Bandung, di UPT Sentra Industri dan Perdagangan TPT Cigondewah, Rabu (31/8). by Humas Pemkot Bandung.

BANDUNG – Guna mengakselerasi pertumbuhan dan meningkatkan kinerja Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), Pemerintah Kota Bandung menggandeng media sosial Facebook untuk menyediakan platform bisnis berupa halaman khusus produk-produk produksi warga Bandung. Dengan ditandatanganinya piagam kerjasama antara Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Head Of Economic Growth Initiatives APAC Facebook Clair Deevy.

“Ini ke tiga kalinya Facebook datang ke Bandung, karena jumlah UMKM di sini banyak serta antusias yang tinggi. Kita harapkan dari bisnis ini menjadi instrumen untuk meningkatkan pasar produk UMKM Bandung,”jelas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai acara Boost Your Business Bandung, di UPT Sentra Industri dan Perdagangan TPT Cigondewah, Rabu (31/8/16).

Walikota menyebut ada 150 UMKM di Kota Bandung teregister di media Facebook. Ridwan menguraikan, untuk mengikuti UMKM yang akan ditampilkan di halaman Facebook, syaratnya harus lulus sertifikasi, pelatihan dari UMKM, pastikan bukan barang abal-abal, bukan barang yang melangggar etika. “Barangnya berkualitas yang memang kita percaya diri bahwa kelompok yang bergabung di sini cara marketing-nya sudah standar modern dan etika bisnis juga harus dijaga,” kata dia.

Untuk menambahkan rasa percaya diri dan bisinis itu berkembang, imbuh Ridwan, orang Bandung harus menguasai bahasa asing, salah satunya bahasa Inggris. “Karena yang utama berbisnis itu adalah komunikasi, maka dari itu harus menguasai bahasa internasional, insya Allah pebisnis di Kota Bandung akan berkembang di kancah Asia umumnya di dunia.” ujarnya.

Selain itu, orang Bandung secara kulturnya hobi bersosialisasi dan berkoneksi. “Indeks kebahagiaan warga Bandung, itu salah satu yang tertinggi di indonesia mencapai 70,6 persen. Kita warga bahagia, yang membuat kita bahagia itu keharmonisan keluarga dan interaksi sosial. Saya yakin dengan kerjasama ini, kesejahteraan ekonomi Kota Bandung khususnya UMKM harus maju,” tandas Emil.

Menurutnya, Kota Bandung ini adalah kelompok yang sedang transisi meuju digital ekonomi. “Kita sebagai warga yang kreatif, harus jago ekonominya. Sebab kedepannya proses transaksi itu tidak harus datang ke toko untuk membeli, tetapi bertarnsaksi melalui ekonomi digital,” jelasnya.

Head Of Economic Growth Initiatives APAC Facebook Clair Deevy menjelaskan, di Indonesia pengguna facebook ini sekitar 88 juta. “Jadi dengan di-launching-nya bisinis dalam Facebook ini luar biasa, dengan jumlah pengguna yang banyak, jika kita berdagang di iklan facebook, dagangan produk Kota Bandung khususnya pasti laku dan terus dipasarkan,” ungkap Deevy.

Ia menerangkan bentuk kerjasamanya yaitu dibantu mengakses dan megatur halaman bisnis di media Facebook. “Satu halaman bisnis Little Bandung, kedua halaman bisnis dari pelaku UMKM, agar jangan asal upload, harus yang berkualitas, marketing-nya harus bagus dengan cara marketing modern, sehingga tidak terkesan asal-asalan, “ kata dia.

Nantinya dalam mengakses penjualan ataupun mengeluakan iklan, akan ada pelatihan terlebih dahulu. “Maksud pelatihan itu, nanti ada beberapa pelatih yang akan melatih beberapa pelaku usaha yang akan mengakses di halaman FB tersebut. Sehingga hasilnya nanti pelaku UMKM ketika sudah mendapatkan sertifikat, bisa mengaksesnya dengan lancar,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI