Bale Bandung

Peringati 1 Abad NU, RMI NU Kab Bandung Gelar Seminar Dekonstruksi Tuduhan Feodalisme

×

Peringati 1 Abad NU, RMI NU Kab Bandung Gelar Seminar Dekonstruksi Tuduhan Feodalisme

Sebarkan artikel ini
Seminar "Dekonstruksi Tuduhan Feodalime" yang digelar PC RMI NU Kab Bandung, di Aula Bustan, Ponpes Bustanul Wildan, Kec Cileunyi, Kab Bandung, Minggu (8/2/26).

CILEUNYI, balebandung.com – Ratusan santri mendapat pencerahan dalam kegiatan Seminar Jatibaraya “Dekonstruksi Tuduhan Feodalime” yang digelar PC RMI NU (Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama) Kabuapten Bandung, yang digelar di Aulat Bustan, Pondok Pesantren Bustanul Wildan, Jalan Tanjakansari, Kampung Sindangsari, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu 8 Februarti 2026.

Ketua PC RMI NU Kabupaten Bandung Ajengan H. Budi Faisal Farid menjelaskan, seminar ini merupakan rangkaian dari peringatah Hari Lahir NU ke-100 Masehi.

Menurutnya seminar ini merupakan kajian terhadap kejadian framing pondok pesantren yang dianggap terkesan mempraktikkan feodalisme bahkan mengkultuskan para kiai atau ulama. Hal ini dipicu kasus tayangan program Xpose Uncensored Trans7 pada 13 Oktober 2025.

“Terjadi framing melalui media massa, ketika hal-hal yang biasa atau lumrah terjadi di pesantren seperti mencium tangan kiai sebagai bentuk takdziman (penghormatan) wa takriman (pemuliaan) kepada kiai sebagai sumber ilmu dan berkah, tapi malah dianggap hal itu seperti perbudakan terhadap santri atau feodalisme,” ungkap Budi.

Maka untuk membentengi dan menguatkan para santri bahwa amaliyah penghormatan kita kepada kiai dan guru-guru di pondok pesantren, maka dalam forum Penataan Ulang Dekonstruksi Tuduhan Feodalime dipaparkan terkait landasan aktivitas penghormatan atau berkhidmat kepada kiai.

“Aktivitas penghormatan itu sudah merupakan bagian dari budaya santri. Itu ada dalil-dalilnya. Makanya kami kasih pencerahan kepada santri melalui seminar ini, agar tidak menjadi galau atas serangan-serangan negatif dari framing yang ditimbulkan oleh media massa maupun media sosial,” jelas Budi.

Tampil sebagai keynote speaker Ustadz Muadz Humaidi Hariri (Pengurus LBM PWNU Jawa Barat/Alumni Pondok Pesantren Lirboyo) yang menyampaikan bahwa semua santri sepakat tidak merasa dijadikan sebagai budak feodalisme.

Muadz memandaskan, justru apa yang dilakukan oleh santri kepada gurunya itu sebagai bentuk tata krama kepada guru yang telah mengajarkan banyak ilmu.

“Adapun tuduhan-tuduhan yang bernada sinis seperti praktik feodalisme itu karena belum paham secara paripurna apa yang dirasakan oleh santri,” kata Muadz.

Ia menyarankan kepada para penuduh untuk mencoba mondok di pesantren minial 40 hari lebih bagus lagi setahun supaya bisa merasakan dan memahami secara utuh seperti apa sebenarnya dunia santri dan dunia pesantren secara umum.

“Namun kami sebagai santri dan mewakili dunia pesantren tidak akan terlalu reaktif secara berlebihan, tapi membalasnya dengan cara yang positif seperti melalui kajian Dekonstruksi Tuduhan Feodalisme ini agar para santri lebih yakin lagi terkait pentingnya menjaga tata krama daadab kepada para kiai,” pungkas Muadz.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]