Bale Bandung

Polisi Awasi Dana Desa Bukan Buat Menakut-nakuti

×

Polisi Awasi Dana Desa Bukan Buat Menakut-nakuti

Sebarkan artikel ini
Penandatangan MoU tentang penanganan permasalahan dana desa di wilayah hukum Polres Bandung antara Kapolres Bandung AKBP M.Nazly Harahap,S.IK bersama Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip, di Gedung Moch.Toha Soreang, Jumat (3/11/17). by Humas Pemkab Bdg
Penandatangan MoU tentang penanganan permasalahan dana desa di wilayah hukum Polres Bandung antara Kapolres Bandung AKBP M.Nazly Harahap,S.IK bersama Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip, di Gedung Moch.Toha Soreang, Jumat (3/11/17). by Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya penyelewengan dana desa (DD), pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kepolisian RI beberapa waktu lalu.

Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip mengatakan, hal tersebut juga telah di-breakdown oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) se-Indonesia dengan Kapolda-nya, termasuk Jawa Barat. Karena itu di Gedung Moch.Toha Soreang, Jumat (3/11/17) dilaksanakan pula penandatangan MoU tentang penanganan permasalahan dana desa di wilayah hukum Polres Bandung

“Ini adalah breakdown MoU Pempov dengan Kapolda, juga amanat nasional. Bagaimana dana yang diturunkan ke desa bisa terkawal, sebagai upaya preventif penyalahgunaan dana desa,” ungkap Bupati usai penandatanganan.

Dadang menegaskan, dilakukannya kerjasama tersebut jangan dianggap menakut-nakuti, tapi menurutnya, pengawalan akan dilakukan aparat kepolisian mulai dari pembinaan untuk perencanaan hingga pelaksanaan dana desa.

“Secara teknis, bentuknya kerjasama dan pembinaan. Jadi nantinya akan dikawal bagaimana program pembangunan yang didanai DD itu, misalnya kegiatan Bumdes, pembangunan jalan atau infrastruktur bisa terencana bersama Babimkamtibmas dengan aparat desa, tentunya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Bupati mengingatkan dalam pelaksanaan DD, kepala desa agar lebih memperhatikan akurasi DD untuk program pembangunan yang benar-benar  dilaksanakan. Maka MoU ini juga akan menghindari terjadinya tumpang tindih anggaran.

“Saya minta Babinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan kepala desa sama-sama mengawasi, bukan berarti pelanggarannya saja, tapi jangan sampai ada tumpang tindih penggunaan anggaran dengan kegiatan yang sama,” ucap Dadang

Kepala Kepolisian Resort Bandung AKBP M.Nazly Harahap,S.IK meyakinkan para kepala desa bahwa MoU ini adalah bentuk kecintaan polisi terhadap pemerintahan desa dengan mengutamakan pencegahan, dibandingkan penindakan.

“Secara teknis, aparat akan mendampingi kades untuk bejalan bersama menggandeng Kades. Sehingga ada pengawasan dalam penggunaan DD, juga tujuan pemerintah untuk membangun masyarakat desa bisa terwujud,” terang Kapolres.

Nazly menekankan, agar para Kades tidak ragu atas kerjasama ini. Dia menjanjikan akan melakukan pembinaan pada Babinkamtibmas supaya bisa bekerja maksimal.

“Dengan niat mulia, tidak ada satupun aparat yang menakuti. Saya tegaskan ini bukan seremonial saja. Ini serius, akan saya beri pelatihan Bhabinkamtibmas. Jangan sampai ada aparat yang main-main dalam pengawalan DD di wilayah saya, atau nanti ada konsekuensinya, dan saya tidak ragu untuk melakukan pemecatan,” tegasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]