Bale Jabar

Potensi UMKM Kuliner Tradisional Berbasis Kearifan Lokal yang Masih Perlu Digali BI Jabar

×

Potensi UMKM Kuliner Tradisional Berbasis Kearifan Lokal yang Masih Perlu Digali BI Jabar

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, balebandung.com – Membanggakan dan melegakan ketika Bank Indonesia hadir di tengah para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), untuk memberikan pendampingan sekaligus edukasi transformasi ekonomi, inklusi keuangan dan literasi digitalisasi.

Salah satu digitalisasi yang dikampanyekan BI adalah dengan pembayaran menggunakan QRIS TAP, selain ada juga layanan transfer melalui fitur BI Fast.

Terlebih hadir di tengah UMKM yang mengangkat kearifan lokal, seperti UMKM yang secara berkelanjutan memproduksi camilan, kudapan atau kuliner tradisional, yang menjadi ciri khas masing-masing daerah di Jawa Barat.

Masih banyak potensi UMKM berbasis kearifan lokal yang bisa digali oleh BI untuk diberikan pendampingan sekaligus mempromosikannya. Kehadiran BI di tengah UMKM ini sangat penting apalagi dengan merebaknya bank emok atau bank keliling, maupun rentenir berkedok koperasi yang kerap mengintai UMKM, termasuk pinjaman online (pinjol). BI sendiri dapat memberikan akses pembiayan ketimbang UMKM malah harus terlilit rentenir.

Kita menuju Kabupaten Bandung misalnya, di mana banyak kuliner yang menjadi ciri khas masing-masing kecamatan dan perlu mendapat perhatian dari BI Jabar.

Berbagai kuliner khas tradisional itu antara lain;

  1. Bangkerok Ketan (dari Kecamatan Cicalengka);
  2. Borondong Jagong (Kec Majalaya);
  3. Borondong Ketan (Ibun);
  4. Kiripik Elod (Ciparay);
  5. Kalua Jeruk (Ciwidey);
  6. Opak Bojongkunci (Pameugpeuk);
  7. Peuyeum Sampeu (Cimenyan);
  8. Es Sagwan (Nagreg);
  9. Ranginang (Cikancung);
  10. Bokis, (Bolu Kiju Soreang) (Kec Soreang);
  11. Pia Kawitan dan olahan susu sapi (Pangalengan). Contoh noga susu, permen susu, kerupuk susu, dodol susu dll;
  12. Rujak Ciherang (Banjaran), serta
  13. Opak Linggar, Kolontong, Lakar (Kecamatan Rancaekek).

Bahkan Pemprov Jawa Barat telah menetapkan Opak Linggar Rancaekek dan Rujak Ciherang Banjaran, sebagai karya budaya kategori Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Tahun 2025.

Kunci utama dari kisah sukses kuliner kal semacam ini seringkali terletak pada kemampuannya untuk memahami dan merangkul kearifan lokal, mengintegrasikannya dengan tren global dan digitalisasi, serta menyajikannya dalam kemasan yang menarik. Disinilah BI bisa mengambil peran.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Kepedulian BI Jabar dalam mengangkat kearifan lokal untuk transformasi ekonomi ini sejalan dengan visi misi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Gubernur KDM mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan ekosistem budaya dan pengembangan potensi lokal berbasis kearifan lokal.

KDM meminta setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat memiliki sebuah kampung budaya dengan ciri khas khusus dan berbasis kearifan lokal.

Hal itu disampaikannya dalam Pagelaran Budaya Mapag Pajajaran Anyar, Medal Gapura Ekosistem Budaya Kasumedangan, di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang dan Gedung Negara, Kabupaten Sumedang, Rabu malam (29/10/2025).

“Pemprov Jabar siap membantu kabupaten/kota untuk membangun satu kawasan kampung dengan ciri khas masing-masing daerah. Contohnya, di sini dibangun Kampung Kasumedangan dengan 100 hingga 200 rumah di dalamnya, dibangun dengan karakter Sumedang Larang,” ujar KDM.

Nantinya masyarakat di kampung tersebut, termasuk anak-anak, akan diberikan pelatihan mengelola wisata, kuliner, dan kerajinan. Masyarakat juga akan dilatih mengelola alam dan lingkungan. Dengan begitu, kampung itu akan menjelma sebagai kampung wisata dengan karakter lokal.

“Saya sudah berhasil bangun di Purwakarta, nanti di Majalengka, Cirebon dan lainnya. Pemprov Jabar siap membantu sehingga nanti akan ada 27 kampung wisata yang bakal menjadi idolanya para turis kalau berkunjung ke Jabar,” tuturnya.

Menurut KDM, khusus untuk Sumedang, atraksi yang menarik turis yaitu pembuatan Tahu Sumedang dan Ubi Cilembu. Ia sudah merancang desain khusus Kios Tahu Sumedang, sehingga akan tampil menarik dan tidak terkesan kumuh. Wisatawan pun dapat melihat proses pembuatan Tahu Sumedang atau Ubi Cilembu di kios itu.

“Bangunannya harus bagus, bahan bakunya terbaik, produknya terstandarisasi sehingga akan tercipta merek Tahu Sumedang yang menarik. Nanti bisa seperti makanan cepat saji, franchise ada dimana-mana,” tandas KDM.

Dorongan tersebut disampaikan saat KDM – sapaan akrab Gubernur – menghadiri pembukaan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025, rangkaian dari Sunda Karsa Fest, yang digelar pada 17–20 Juli 2025 di Ballroom Trans Studio Mall, Kota Bandung.

Sunda Karsa Fest 2025 melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM yang menghadirkan lebih dari 100 ribu produk lokal berkualitas, mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner. Setiap harinya, acara ini dikunjungi sekitar 2.500 orang.

Komitmen BI Jabar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur menyatakan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat, khususnya sektor UMKM.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam membuka peluang pasar serta akses pembiayaan bagi UMKM di Jawa Barat,” ucap Nur saat menghadiri pembukaan Karya Kreatif Jawa Barat dan Pekan Kerajinan Jawa Barat 2025.

Kedua kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Sunda Karsa Fest, yang digelar pada 17–20 Juli 2025 di Ballroom Trans Luxury Hotel dan Trans Studio Mall, Kota Bandung.

M Nur menambahkan, Sunda Karsa Fest merupakan representasi sinergi ekonomi kerakyatan dan penguatan budaya lokal dalam kerangka digital. Ia juga menandaskan pengembangan UMKM, budaya dan pariwisata di Jawa Barat menjadi program kerja strategis Bank Indonesia.

Bank Indonesia juga mendukung penguatan desa-desa wisata binaan serta pelestarian budaya Jawa Barat guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Potensi budaya dan alam Jawa Barat sangat besar, sehingga dengan ekosistem yang tepat dapat menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.

“Kami terus mendorong akses pembiayaan melalui kebijakan likuiditas makroprudensial, perluasan pasar, penguatan kapasitas serta digitalisasi,” kata Nur. *** Iwa Ahmad Sugriwa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Polda Jawa Barat akhirnya menangkap Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kasusnya menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui aktivitas transaksi perbankan yang […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]