Bale JabarPamong

Nih, Prioritas Pembangunan Jabar 2017

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama jajaran Muspida Jabar saat Musrenbang 2016 di Ruang Soehoed Warnaen Bappeda Prov Jabar Jl Ir. H. Djuanda no 287 Bandung, Selasa (12/4).
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama jajaran Muspida Jabar saat Musrenbang 2016 di Ruang Soehoed Warnaen Bappeda Prov Jabar Jl Ir. H. Djuanda no 287 Bandung, Selasa (12/4).

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Virtual Musyawarah Perencanaan Pembangunan (V-Musrenbang) dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat tahun 2017, di Gedung Bappeda Jabar, Selasa (12/4/16).

Dalam Virtual Musrenbang yang dihadiri secara langsung oleh bupati dan walikota di 27 Kabupaten/ Kota se-Jabar melalui tayangan video streaming atau teleconference ini, rencana pembangunan Jawa Barat tahun 2017 akan fokus pada beberapa isu penting yang menjadi prioritas.

Diantaranya peningkatan di sektor pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakat, ketahanan pangan, ketahanan keluarga, penanggulangan kemiskinan, penurunan angka pengangguran terbuka, alih kelola SMA/ SMK, Pilkada serentak di Kabupaten/ Kota dan pencapaian indikator kerja serta misi pada RPJMD Jabar.

Gubernur mengungkapkan, selain akan fokus pada isu-isu tersebut, diperlukan juga perubahan paradigma pembangunan yang menekankan pada pentingnya pembangunan berbasis program pioritas dan bersifat lintas sektoral, multipihak dan terukur.

“Ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat karena akan diselaraskan dengan program prioritas nasional dalam rencana kerja pemerintah tahun 2017,” ungkap Aher.

Oleh sebab itu Aher berharap, melalui Virtual Musrenbang untuk yang kedua kalinya ini, seluruh pemangku kepentingan di provinsi dan kabupaten/kota mampu menghadirkan proses perencanaan pembangunan yang efisien, efektif, partisifatif dan akuntabel sehingga dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas akan tercapai.

“Ini semua demi kesejahteraan masyarakat, karena itu saya mengajak kepada stakeholders bahu-membahu dan optimis untuk pembangunan di Jawa Barat,” kata Aher.

Pada Virtual Musrenbang ini, diisi dengan dialog antara gubernur dan bupati/walikota mengenai rencana program pembangunan dan permasalahan yang dihadapi di daerah masing-masing. Pembahasan tersebut kemudian akan ditampung dan disusun pada RKPD Jabar tahun 2017 yang kemudian akan menjadi rujukan untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2017 dan menyusun rencana kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Virtual musrenbang ini bertujuan untuk merumuskan prioritas pembangunan dengan merujuk pada hasil musrenbang di kabupaten/kota.¬†Alhamdulillah, terimakasih semuanya hadir dan kita bisa berkomunikasi langsung melalui layar teleconference, ini sangat efektif, bisa menekan biaya juga,” jelas Aher.

Aher mengharapkan pencapaian target pembangunan di tahun 2015 dapat kembali dicapai di tahun-tahun berikutnya. “Laju pertumbuhan ekonomi kita tahun lalu dapat mencapai 5 persen lebih, PDRB perkapita kita juga semakin membaik dan tingkat inflasi masih bisa kita kendalikan hingga mencapai 2,73 persen, ini harus kita pertahankan dan tingkatkan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close