Bale Jabar

Ressy Kania Dewi, “Sinden” Anom Asal Kuningan Jadi Viral di Medsos

×

Ressy Kania Dewi, “Sinden” Anom Asal Kuningan Jadi Viral di Medsos

Sebarkan artikel ini
Ressy Kania Dewi
Ressy Kania Dewi

Kawih Pangapungan

Sampiung ngapung ka manggung, ngapak mega ngawang burudul.
Burudul saalung baju barabay, sawidak depa rup ku sambut rap ku lemah.
Kadingdingan indung peuting kahalangan mega malang.. enggeus…
Rentong sagedé papatong, reuntas sagedé bangbara.

Tarik batan mimis bedil
Reuntas batan kuda lumpat
Awak wawuh jeung nu lembut
Awak loma juragan
Duh jeung dewata…

BALEBANDUNGRessy Kania Dewi makin dikenal publik sejak rekaman videonya menjadi viral di media sosial. Di rekaman video itu Ressy dengan suaranya yang merdu bersenandung kawih sunda “Pangapungan” yang diunggah di youtobe dan sudah menunjukkan 9.4K views.

Di akun Instagramnya, Kawih Pangapungan Ressy diklik 130 ribu dan ada 1.500 komen. Belum lagi yang tersebar di medsos dan WA grup. Banyak komentar yang menyatakan kekaguman atas rekaman video Ressy itu. “Bikin merinding!” komen netizien.

Di akun instagram-nya, Ressy sudah punya 47.8k pengikut yang banyak juga mengklik lagu pop sunda “Kalangkang, Mawar Bodas, dan Lamunan”. Ressy mengakui dirinya tidak menyangka kalau rekaman isengnya itu jadi viral di medsos.

“Ya, alhamdulillah, kalo neng bisa jadi lebih dikenal sama orang banyak. Nggak kayak dulu neng nyanyi kesana-kesini, tapi orang yang menonton masih sibuk dengan kesibukannya masing-masing kalo neng lagi nyanyi,” ungkap Ressy kepada Balebandung.com saat ditanya kesannya soal rekaman video kawih yang jadi viral. Nih, videonya;

Siswi kelas tiga SMAN 3 Kuningan ini mengakui setahun belakangan ini ia memang kerap dipanggil untuk tampil nyanyi dangdutan, kalau bukan lagu pop sunda. Di medsos, Ressy sendiri banyak disebut-sebut “sinden” muda cantik bersuara merdu karena kidung yang dinyanyikannya itu.

“Sebenarnya itu bukan lagu buat nyinden, yang saya nyanyikan itu Kawih Pangapungan,” tukasnya meluruskan. Jadi, terang Ressy, rekaman video itu adalah salah satu lagu kakawihan.

Nah, Kawih Pangapungan ini biasa disenandungkan kalau lagi acara penyambutan upacara adat sunda seperti menyambut kedatangan bupati atau pasangan pengantin sunda yang disambut dengan payung agung. Makanya biasa disebut juga Gending Payung.

“Sebenernya neng juga kurang tau apa artinya dari Kawih Pangapungan itu. Nah, pas neng iseng-iseng rekam video lagu Pangapungan tuh, eh tiba-tiba jadi viral gituh. Neng juga ngga nyangka. Tahu jadi viral juga karena banyak dikasih tahu teman-teman video itu jadi viral,” ungkapnya.

Terus terang Ressy mengaku mencintai seni sunda. Ressy juga pernah aktif di Komunitas Saung Indung, tempatnya menyalurkan hobi musik sunda dan menyanyi lagu-lagu sunda.

“Saya juga suka menyanyi lagu-lagu kacapian. Dulu sebelum nyanyi dangdut, kurang lebih tiga tahun neng kolaborasi bareng Komunitas Saung Indung di Kuningan,” kata dia.

Putri dari pasangan Ny Kursinah dan almarhum Junanta ini memang mendapat darah seni dari ayahnya yang juga seorang pemain musik. Almarhum ayahnya menguasai alat musik gitar, organ, dan suling.

“Almarhum ayah saya pemain musik dan suka manggung sama teman-temannya karena hobi. Peninggalan beliau juga masih ada sampai sekarang kayak gitar, suling, piano, gitu… Selain itu, memang dari nenek saya yang juga penyanyi,” ungkapnya.

Ressy mengenang saat ia masih di kelas 3 SD, disuruh lomba pupuh untuk pertama kalinya, meskipun gagal jadi juara. Namun ia tak berkecil hati. Saat kelas 6 SD dalam suatu acara pensiunan guru, Ressy kebagian nyanyi pupuh sama tembang-tembang sunda.

“Nah, dari acara itu guru-guru neng mulai banyak yang suka sama suara neng. Dari situ neng percaya diri lagi kayaknya dan setelah neng kelas 1 SMP, memberanikan diri lagi ikut lomba pupuh lagi dan alhamdulillah dapet juara satu tingkat Kabupaten Kuningan. Sampai akhirnya tingkat Jawa Barat juga dapat juara pertama Pasanggiri Kawih waktu kelas dua SMP. Dan yang terakhir kelas tiga SMA dapet juara dua pupuh tingkat kabupaten,” kenangnya.

Gadis kelahiran Kuningan 16 April 2000 ini mengaku belajar dan berlatih nyanyi dari guru-guru di sekolahnya saat mau tampil lomba saja. Apa neng mau meniti karir di musik?

“Sebenernya yang jadi cita-cita tuh pengennya jadi penyanyi internasional,..aamiin.. Tapi karena di Kuningan ngga ada sekolah seni dan neng pun ngga diijinin mamah buat kuliah keluar kota, ya jadi ngambil pilihan mau lanjut kuliah di Kuningan aja,” jawabnya.

Sekarang, aktivitas Ressy untuk menyanyi hanya kalau ada panggilan saja. Selebihnya ia lebih fokus ke pendidikan dulu, terlebih Ressy kini sudah kelas tiga SMA. Tapi. siap untuk rekaman lagu pop sunda? “Insya Allah, siap aja selama neng bisa mah,” tandas Ressy. [iwa]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Polda Jawa Barat akhirnya menangkap Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kasusnya menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui aktivitas transaksi perbankan yang […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]