Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBale Kota BandungRidwan Kamil Optimis GBLA Bisa Dipakai PON

Ridwan Kamil Optimis GBLA Bisa Dipakai PON

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar serta Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat meninjau kondisi Stadion GBLA, di Gedebage, Rabu (10/2/16). by Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar serta Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat meninjau kondisi Stadion GBLA, di Gedebage, Rabu (10/2/16). by Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meninjau progres perbaikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Desa Mekarmulya Kecamatan Gedebage, Kamis (2/6/16).

Menurut Ridwan Stadion GBLA masih punya kesempatan besar jadi tempat penyelenggaraan pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX September 2016, jika Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016 cepat mengambil keputusan.

“Tinggal dari pihak PB PON dan Pemprov Jabar segera meninjau mengambil keputusan, apakah ini bisa digunakan untuk pembukaan atau penutupan,” ungkap Ridwan.

Optimisme Ridwan tersirat usai melakukan peninjauan karena secara teknis struktur bangunan Stadion GBLA sangat aman jika dipenuhi penonton, setelah melihat progres uji beban menggunakan Mesin Data Logger yang dilakukan tim ahli bentukan Bareskrim Mabes Polri. Anggota tim terdiri berbagai bidang ilmu antara lain ahli struktur, mekanika tanah, arsitektur, sistem drainase, konstruksi.

“Kesimpulannya secara teknis bangunan ini bebannya aman, menjawab pertanyaan dari Bareskrim apakah aman jika digunakan dibebani dan tim Puslitbangkim melakukan uji dengan dibebani dua tiga kali lipat pun daya tahannya sangat kokoh masih jauh di ambang batas yang menghawatirkan,” terang walikota.

Ridwan menyatakan dua berita baik terkait progres perbaikan GBLA. “Alhamdulillah semua berita baik, pertama kecepatan memperbaiki oleh kontraktor ternyata dua kali lipat dari target harusnya hari ini 19 persen perhari ini sekarang sudah mencapai 48 persen, jika dengan kontraktor kerja keras kita bisa menghemat satu bulan waktu dari jatah tiga bulan yang kita siapkan untuk perbaikan,”

Kabar baik kedua, imbuh Emil, “Kita melakukan tes beban dan bisa lihat di sini 5,4 ton benda padat disimulasikan seolah-olah tribun diisi manusia 500kg permeter persegi, walaupun berat tiga kali lipat dari normal manusia permeternya, ternyata tidak menyebabkan ‘lendut’ (melengkung) ukurannya 1,19mm. Padahal dari teori mekanik sipilnya lendutan itu diijinkan 7,5mm,” jelasnya.

Emil menegaskan tribun penonton walalupun telah diberi beban tiga kali lipat beban manusia normal lendutnan masih kecil. “Artinya sangat aman dengan beban melebihi manusia normal permeter perseginya, jika dihitung manusia berempat rata-rata 320kg ini dibebani 800kg permeter perseginya,”

Lebih dari itu empat lantai Stadion GBLA yang berkapasitas kursi sebanyak 38 ribu tempat duduk (single seat) itu tidak kalah dari stadion yang pernah ia kunjungi sehingga ia menginginkan pada saat serah terima barang dari kontraktor PT Adhi Karya bersih dan baru kembali.

“Serah terima nanti kinclong lagi jangan ada debu-debu, tidak ada keramik pecah, dicat kembali sesuai dengan standar serah terima proyek mulus, saya pernah ke Stadion Barcelona dan Madrid, tapi  Stadion GBLA tidak kalah bagus,” ucapnya.

Stadion GBLA ke depan bila telah siap digunakan pengelolaannya, akan dilelangkan kepada pihak ketiga. “Sudah ada studi dari Unpad, kami dari Pemkot Bandung jika ada fasilitas baru tidak akan mengelola sendiri. Karena SDM kita terbatas, lebih baik dikelola oleh profesional pihak ketiga, fasilitas skala besar ini kita perlu lelang mana yang punya pengalaman yang baik dan nilai ekonomi paling baik,” bebernya.

Ahli Bidang Jasa Konstruksi, Kasatker Kementerian Pekerjaan Umum yang juga Ketua Tim Ahli bentukan Bareskrim Mabes Polri, Priyo Susilo menambahkan pihaknya sudah melakukan uji beban skala penuh dasarnya SNI (Standar Nasional Indonesia) tentang uji beban. Di perencanaan 500kg permeter persegi artinya tiga kali lipat manusia yang ada, dan beban tadi dikalikan dengan faktor yang singkatnya kita uji 6 meter persegi seberat 5,4ton di satu segmen.

“Nah, jika dalam 24 jam lendutan maksimal melewati 7,54mm sesuai rumus, maka tribun Stadion GBLA ini dinyatakan gagal, tidak aman,” pungkas Priyo.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI