Bale Jabar

Santri Masa Kini Berpikir Global Bertindak Lokal

×

Santri Masa Kini Berpikir Global Bertindak Lokal

Sebarkan artikel ini
Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan bersama Ketua Yayasan Al Ma’soem Ceppy Nasahi Ma’soem di tengah kerumunan santri Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur'an, di Kampus Al Masoem Jl. Raya Cileunyi Cipacing No.22 Jatinangor, Kab Sumedang, Selasa (5/6). by Humas Pemprov Jabar
Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan bersama Ketua Yayasan Al Ma’soem Ceppy Nasahi Ma’soem di tengah kerumunan santri Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur’an, di Kampus Al Masoem Jl. Raya Cileunyi Cipacing No.22 Jatinangor, Kab Sumedang, Selasa (5/6). by Humas Pemprov Jabar

JATINANGOR – Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan menuturkan anak-anak saat ini lahir dengan kondisi digital native alias melek dunia digital dari lahir. Ini berkorelasi dengan data yang dibuktikan menurut penelitian, jumlah gawai/alat komunikasi yang ada di Indonesia mencapai 281.4 juta melampaui jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 jutaan.

Hal itu diungkapkan Netty saat membuka Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur’an serta meresmikan Asrama Puteri Pesantren Siswa Al Masoem, di Kampus Al Masoem Jl. Raya Cileunyi Cipacing No.22 Jatinangor, Kab Sumedang, Selasa (5/6/17).

Dan ternyata, sebut Netty, menurut penelitian Kompas ada 10 peristiwa yang membuat orang-orang modern merasa terpukul. Salah satunya, kehilangan alat komunikasi yang membuat orang frustasi dan galau.

“Jadi sekarang kalau ketinggalan dompet rasanya tidak bermasalah, karena bisa pinjam kanan kiri. Tapi kalau ketinggalan gawai kita kayak kebakaran jenggot, seolah dunia kiamat,” seloroh Netty di hadapan para santri.

Oleh karena itu Netty mengajak para santri, jajaran Pengurus Yayasan dan Direksi Al Ma’soem dapat hadirkan sebuah kesadaran bersama. Karena pada era globalisasi ini anak-anak bukan saja diasuh oleh orangtua atau anggota keluarga lainnya, melainkan juga oleh kemajuan teknologi berupa kotak ajaib yang ada di genggaman.

Saat kunjungan, Netty memberikan apresiasi dan rasa bangganya ternyata yang dipegang oleh para santri Al Ma’soem adalah Al Quran, bukan gawai. Ini menerbitkan sebuah harapan akan generasi muda yang Qurani sebab sementara orang mengatakan bahwa pemuda ada di ujung jalan seperti telur di ujung tanduk. Ditandai ada 6 juta warga Indonesia menurut BNN menjadi pengguna narkoba, 30% berusia remaja.

“Bahwa negara kita ini negara besar. Dari aspek geografi negara kita ini dilalui oleh garis equator, sepanjang tahun kita melihat matahari. Dan itulah yang membuat semua jenis tanaman hidup, flora dan fauna di Indonesia. Jadi artinya Indonesia ini tidak boleh kekurangan gizi,” jelasnya.

Artinya, terang Netty, kualitas sumber daya manusia dan rasa cinta pada negara sendiri menjadi komponen dalam sebuah kesuksesan sebuah bangsa. Maka Netty berharap pada Pesantren Kilat ini para siswa dapat mengkaji setiap nilai-nilai dan ketinggian Islam, maka bisa disebut anak-anak yang berhati Mekah dan berotak Jerman.

“Mari kita tanamkan semangat bela negara dan cinta tanah air dimulai dari kita sendiri serta miliki cita-cita yang besar. Terakhir sempurnakan setiap usaha yang kita lakukan dengan berdoa pada Allah SWT,” serunya.

Ketua Yayasan Al Ma’soem Ceppy Nasahi Ma’soem menerangkan Pesantren Kilat pada Ramadhan kali ini diikuti oleh siswa SMP dan SMA Al Masoem sebanyak 1.100 santri. Diharapkan para santri dapat mengikuti Pesantren Kilat ini dengan fokus dan semangat, karena orang yang berilmu itu lebih tinggi derajatnya. Selain itu juga diharapkan Netty dapat meresmikan Asrama Putri, karena sebelumnya masih dalam satu kawasan dengan putra.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]