Bale Jabar

Setelah 55 Tahun, PON Kembali ke Jawa Barat

×

Setelah 55 Tahun, PON Kembali ke Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Presisen Joko Widodo membuka PON XIX/2016 di GBLA, Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (17/9) malam. by Humas Pemprov Jabar
Presisen Joko Widodo membuka PON XIX/2016 di GBLA, Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (17/9) malam. by Humas Pemprov Jabar

GEDEBAGE – Provinsi Jawa Barat kembali dipercaya menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 untuk kedua kalinya. Pesta olahraga antarprovinsi se-nusantara ini diresmikan Presisen Joko Widodo di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (17/9/16) malam.

Jawa Barat pertama kali menggelar PON tahun 1961 silam, tepatnya pada PON V yang digelar pada 23 September – 1 Oktober 1961 dan berhasil keluar sebagai juara umum. Untuk itu, pada PON XIX Tahun 2016 ini Jawa Barat bertekad untuk kembali meraih tahta Juara Umum PON yang keempat kalinya.

Tekad ini pun digaungkan dalam Sukses Prestasi “Jabar Kahiji”, yaitu Jabar Juara Pertama atau Juara Umum PON, salah satu dari catur atau empat sukes yang dicanangkan diantaranya Sukses Penyelenggaraan, Sukses Ekonomi Kerakyatan, dan Sukses Administrasi.

Tak hanya itu, Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Umum PB PON XIX/2016 Jabar Ahmad Heryawan mengungkapkan pihaknya ingin dengan adanya PON dapat memberikan makna dan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya bagi perkembangan dunia olahraga Jawa Barat serta kebangkitan olahraga nasional.

“Ada makna dan manfaat yang ingin diraih bagi kemajuan bangsa dan negara. Manfaat awal yakni dimilikinya aset yang luar biasa yaitu sarana dan prasarana olahraga yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota,” ungkap Aher dalam sambutannya.

Salah satunya, saat ini Jawa Barat memiliki empat stadion berstandar internasional yaitu Stadion GBLA di Kota Bandung, Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor, Stadion Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi, serta Stadion Patriot di Kota Bekasi. Selain itu, ada juga Lapangan Pacuan Kuda bertaraf internasional di Kabupaten Pangandaran serta berbagai kompleks olahraga seperti Sarana Olahraga (Sor) Arcamanik di Kota Bandung dan Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.

PON juga diharapkan bisa mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan, sehingga akan memiliki dampak berkelanjutan pada dunia bisnis, industri, perdagangan, dan pariwisata di Jawa Barat. Sementara makna yang ingin diraih, Aher menambahkan bahwa hal tersebut tercermin dalam tema PON XIX/2016 Jabar “Berjaya di Tanah Legenda”.

“Hal ini mencerminkan motivasi, semangat, cita-cita dan harapan bahwa penyelenggaraan PON 19 Tahun 2016 akan jadi momentum yang sangat berharga untuk memacu kejayaan prestasi olahraga Indonesia,” tambah Aher.

Presiden Jokowi pun dalam sambutannya ingin PON menjadi momentum yang baik untuk membangkitkan dunia olahraga nasional. Menurut Jokowi pengembangan dunia olahraga nasional harus dimulai dari desa atau kampung-kampung hingga ke kota, sehingga akan menghasilkan bibit olahragawan nasional yang diharapkan.

“Sebagai ajang pembinaan olahraga, PON adalah momentum untuk menggalakkan gerakan nasional kompetisi olahraga yang dimulai dari kampung-kampung, desa-desa, kecamatan, kabupaten hingga kota dan seluruh provinsi yang ada di Indonesia,” tutur Jokowi.

Selain itu, PON juga bisa dijadikan ajang untuk meningkatkan kemampuan dan seleksi para atlet yang nantinya akan jadi wakil Indonesia di ajang Sea Games 2017 di Malaysia serta Asian games 2018 di Indonesia.

PON XIX/2016 di Jawa Barat digelar 17-29 September 2016 di 16 kabupaten/kota dengan 44 cabang olahraga dan 756 nomor pertandingan yang tersebar di 62 venue pertandingan. PON kali ini memperebutkan 2.492 medali, terdiri dari 756 medali emas, 756 perak, dan 980 medali perunggu.

Sementara SDM yang terlibat tidak kurang dari 24 ribu orang yang terdiri dari 9.299 atlet, 4.460 official, 10.231 panitia pelaksana, dan 14.498 relawan, belum termasuk mereka yang terlibat dalam 12 cabang olahraga eksibisi di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]