Bale Kab Bandung

Teh Nia-KDI Diwacanakan Jadi Paslon Ideal

CILEUNYI, Balebandung.com – Pasangan Kurnia Agustina Dadang M. Naser dan Deding Ishak dinilai oleh berbagai kalangan merupakan pasangan ideal Pilkada Kabupaten Bandung 9 Desember 2020.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Dr. Ujang Komarudin, kunci kemenangan pasangan akan sangat ditentukan oleh faktor cawabupnya. “Kalau salah pilih cawabup ini akan berakibat fatal,” kata Ujang, Jumat (21/8/2020).

Ia menilai, hingga saat ini Deding Ishak (Kang Deding Ishak – KDI) bisa mengkontribusi suara untuk kemenangan Nia-Deding. ”Karena yakin akan menyumbang suara dari kalangan ulama dan santri, ormas Islam, juga dukungan dari Forum RW Kab Bandung, Komunitas Pedagang Kaki Lima (Kompak), LSM dan AMP atau Aliansi Masyarakat Pemilih Kab Bandung,” ujarnya.

Hal yang bisa menjadi pertimbangan lainnya, kata Ujang, masa fanatik pendukung KDI di 2010 dengan sebutan sorban hejonya. Kemudian sekarang pendukung KDI yang selama tujuh bulan ke belakang bersosialisasi, makin bertambah pula seperti ulama-ulama pondok pesantren, ibu-ibu majelis taklim, kampus dan pemilih pemula atau milenial plus partai-partai non parlemen seperti masih bisa dirangkul dan akan pemperkuat pasangan tersebut.

KDI ini, dalam pandangan Ujang, sangat berpengalaman dalam politik lokal maupun nasional dan punya jaringan yang luas sebagai mantan anggota parlemen selama 25 tahun.

KDI pernah duduk sebagai anggota DPRD Jawa barat dan DPRI dan Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyyah (MDI), dan Dewan pakar ICMI Jawa barat.

“Kapasitas yang dimiliki KDI, dalam catatan saya belum pernah dimiliki oleh kandidat-kandidat bupati maupun wakil bupati sebelumnya. Saya kira, ini akan kuat memenuhi ekpektasi publik dalam meningkatkan prestasi pembangunan dan harapan baru Kabupaten Bandung yang lebih baik sesuai aspirasi dan keinginan masyarakat,” papar Ujang.

Menanggapi hal ini Deding Ishak menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Kurnia. Deding menyatakan dirinya akan tetap loyal pada Partai Golkar untuk memperkuat posisi Kurnia yang mendapat rekomendasi dari DPP Partai Golkar sebagai calon Bupati Bandung.

“Banyak pihak yang meminta dan berkeinginan agar saya maju mendampingi Bu Nia. Saya pun sudah menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan Pak Dadang Naser selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung. Alhamdulillah, beliau sangat respon sekali dan berharap nantinya saya bisa maju menjadi Calon Wakil Bupati Bandung mendampingi Bu Nia,” ungkap Deding.

Kang Deding Ishak (KDI) sebelumnya jadi salah satu kandidat bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar. KDI berharap dengan wacana dirinya yang terus menggelinding di publik yang disebut-sebut ideal jika berpasangan dengan Teh Nia, dapat memperkuat dan menambah dukungan signifikan dari para pemilih.

Mulai dari kalangan para tokoh ulama, kiai, pesantren, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan pihak lainnya. Mengingat KDI memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan tersebut di Kabupaten Bandung.

“Termasuk kami juga berharap mendapat dukungan dari kalangan Nahdlatul Ulama, Muhamadiyah dan ormas Islam lainnya, dengan tampilnya saya mendampingi Bu Nia pada pilkada tersebut,” kata dia.

KDI dinilai cukup mahir dan berpengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan. Apalagi sebelumnya, KDI yang merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung ini sudah berpengalaman selama 25 tahun di parlemen. Sehingga untuk menjalin birokrasi ke tingkat pemerintah pusat, provinsi sangat berpeluang untuk menjalankan program peningkatan dalam pembangunan di daerah.

“Bahkan saya berharap bisa menumbuhkan dan meningkatkan investasi di Kabupaten Bandung, dengan mendatangkan para investor atau pelaku usaha ke Kabupaten Bandung,” imbuhnya.

KDI pun berpendapat, menjadi bupati, wakil bupati hingga menjadi RW dan RT, pada dasarnya itu adalah pengabdian kepada masyarakat. “Sebaik-baiknya manusia bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Ia pun menuturkan, Teh Nia sudah cukup mumpuni menjadi calon Bupati Bandung karena sudah 10 tahun mendampingi suaminya Dadang M. Naser selaku Bupati Bandung.

“Ketika nantinya beliau terpilih menjadi Bupati Bandung, Bu Nia langsung kerja karena sebelumnya sudah tahu dan paham kinerja pemerintahan setelah 10 tahun mendampingi suaminya menjadi Bupati Bandung,” kata dia.

KDI pun menilai, Teh Nia sudah berpengalaman dalam berkomunikasi dengan birokrat. Selain dengan berbagai organisasi di lapangan dalam menjalankan program pembangunan.

“Beliau mengetahui hal itu, karena terus-menerus mendampingi suaminya sebagai kepala pemerintahan. Dukungan dari masyarakat Kabupaten Bandung terhadap pencalonan Bu Nia pun terlihat sangat signifikan,” pungkasnya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close