Bale Bandung

Terima Komplain Ortu Siswa Soal MBG di SMPN 1 Rancaekek, Ini Temuan Ketua Komisi D DPRD Kab Bandung di Lapangan

×

Terima Komplain Ortu Siswa Soal MBG di SMPN 1 Rancaekek, Ini Temuan Ketua Komisi D DPRD Kab Bandung di Lapangan

Sebarkan artikel ini

RANCAEKEK, balebandung.com – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar menemukan beberapa temuan di lapangan terkait komplain orangtua siswa SMP Negeri 1 Rancaekek masalah menu dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Cecep membeberkan setelah dirinya mengecek ke pihak SMPN 1 Rancaekek, memang ditemukan adanya beberapa kejanggalan dari menu yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pertama, kata Cecep, SPPG memang kerap terlambat mendistribusikan MBG dari waktu yang sudah disepakati dengan pihak sekolah.

“Ini tentu berpengaruh juga terhadap kesegaran dari menu MBG dan kecocokan dari segi jumlahnya. Bahkan beberapa kali kurang jumlahnya, sehingga sebagian siswa harus menunggu cukup lama untuk pengiriman berikutnya yang mendekati jam pulang sekolah,” ungkap Cecep kepada balebandung.com, Selasa 3 Februari 2026.

Berdasar pengecekan menu MBG hari Selasa (3/2) ini, pihak sekolah melaporkan pula bahwa tekstur makanan terutama daging ayam sering keras dan tidak dalam keadaan segar.

“Seperti tekstur daging ayamnya keras. Menurut laporan pihak sekolah bahkan nasi, sayuran dan tahu beberapa kali datang dalam keadaan basi, sehingga tidak bisa dikonsumsi siswa,” beber Cecep.

Seharusnya, kata dia, SPPG harus memperketat quality control dari menu yang disajikan sebelum didistribusikan ke sekolah. Menu makanannya pun kurang bervariasi dan rasanya sering hambar.

“Menurut laporan pihak sekolah, porsi makanannya pun ditaksir kurang dari anggaran, terutama dari makanan keringan,” imbuhnya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung ini juga mengungkapkan, atas keluhan pihak sekolah maupun ortu siswa, respon SPPG sangat lambat dan seringkali berulang kembali.

“Dari SPPG tapaknya tidak ada refleksi dan evaluasi secara berkala, sehingga keluhan yang disampaikan masih saha terulang kembali tanpa ada kompensasi,” sesal Ketua Komite SMPN1 Rancaekek ini.

Baca Juga  Semua SMP di Cimahi Belum Bisa Gelar UNBK

Cecep menilai kebijakan SPPG sangat kaku, terutama saat penyaluran waktu libur, tidak bisa dibagikan 1x untuk 1 minggu seperti SPPG yang lain.

“Saya khawatir kalau temuan di lapangan ini terus terjadi berulang kali, berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan siswa. Karena itu kami akan terus memperketat pengawasan terhadap SPPG ini,” tegas Cecep.

Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan Program MBG di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung dipermasalahkan orang tua siswa karena menu yang dihidangkan SPPG diduga rawan keracunan.

Kekhawatiran ortu siswa ini cukup beralasan mengingat banyaknya kasus keracunan yang beredar luas di media massa maupun media sosial dengan korban ribuan siswa seperti yang pernah terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

Beberapa orangtua siswa mempertanyakan hal ini setelah mereka mendapatkan curhat dari anak-anaknya, setiap sesudah mengkonsumsi MBG, anak-anak mereka mengeluh sakit perut bahkan sampai diare akibat makan nasi basi yang disajikan.

“Ini bukan yang pertamanya kali anak saya mengeluh sakit perut dan bulak balik toilet rumah setelah mengkonsumsi MBG. Kalau ini dibiarkan berulang kali terjadi, lama-lama anak kami bisa keracunan juga kalau begini keadaannya,” ungkap Ny Lina (40) salah satu orang tua siswa kepada balebandung.com, Jumat 30 Januari 2025.

Menurut Lina, saat ditanya kenapa buang air besar terus, anaknya menjawab gara-gara setelah mengkonsumsi nasi basi di sekolah dari MBG. Lina dan orangtua siswa yang lain mengaku cemas atas pelaksanaan Program MBG di SMPN 1 ini karena kejadian seperti ini masih juga berulang.

“Saking takutnya keracunan malah saya bawa anak saya ke dokter untuk diperiksa agar sakit perutnya tidak sampai parah. Saya minta ini jadi perhatian serius bagi pihak sekolah demi kesehatan anak-anak kami,” tandas Lina.

Baca Juga  Pesan Bupati Bandung ke Para Atlet: Hubbul Wathon Minal Iman

Dalam kasus ini, kata Lina, sebenarnya pihak sekolah sudah memberi pengumuman kepada siswa untuk tidak jadi menyantap menu yang sudah dibagikan SPPG karena terindikasi nasinya basi.

“Tapi, gurunya ini terlambat ngasih pengumumannya, karena nasinya sudah keburu di makan anak saya,” ungkap Lina. Karena itu Lina menduga kelalaian bukan pada pihak sekolahnya, tapi dari pihak SPPG.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) jelang Lebaran, di Masjid Al Syifa Jalan Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (6/3/2026). GPM hasil sinergi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung serta bekerja sama dengan sejumlah mitra usaha penyedia atau produsen […]

Bale Bandung

CILEUNYI, balebandung.com – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar Safari Dakwah Volume 5 di Pondok Pesantren Bustanul Wildan, Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026). Agenda strategis ini bertujuan memperkokoh ajaran Aswaja An-Nahdliyah dan memperkuat konsolidasi dakwah di wilayah Bandung Raya. Kegiatan yang berlangsung […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M Akhiri Hailuki memantau pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) di Desa Ciluncat Kecamatan Cangkuang, Kamis (5/3/2026). Sekitar 190 paket sembako berisi 5 Kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 Kg gula pasir, dan 1 Kg terigu didistribusikan kepada masyarakat di Desa Ciluncat dengan harga jual yang sangat […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung menandatangani Nota Kesepakatan bersama Badan Bank Tanah tentang optimalisasi bidang pertanahan di Kabupaten Bandung, di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Kamis (5/3/2026). Penandatanganan nota kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pertanahan yang lebih tertib, produktif, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna membuka kegiatan Bazaar Ramadan 1447 Hijriah dan Operasi Pasar Murah (OPM) Bersubsidi Tahun 2026 di Lapangan Upakarti Soreang, Kamis (5/3/2026). Pembukaan OPM ditandai dengan penyerahan simbolis paket sembako oleh Bupati Bandung kepada perwakilan camat dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cangkuang, Cikancung dan Kecamatan Rancaekek yang secara serentak melaksanakan […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com = Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal menyerahkan 31 kendaraan pelayanan kesehatan atau “Ambulans PKB Siaga” untuk Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. Penyerahan 31 kendaraan ambulans multifungsi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Cucun kepada Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Dadang Supriatna dalam acara […]