SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki optimistis pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kecamatan Nagreg akan menjadi titik balik penanganan sampah di Kabupaten Bandung. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi beban penumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
Menurut Hailuki, TPPAS Legok Nangka diproyeksikan mampu mengolah sekitar 450 ton sampah per hari. Jika dikombinasikan dengan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Cicukang yang memiliki kapasitas sekitar 500 ton per hari, maka hampir 1.000 ton sampah harian di Kabupaten Bandung dapat tertangani. Sementara sisa sampah diharapkan dikelola melalui penguatan TPS 3R di tingkat desa dan kecamatan.
“Kami menyambut baik groundbreaking TPPAS Legok Nangka. Kami berharap pembangunan berjalan sesuai rencana, selesai tepat waktu, dan mulai beroperasi pada 2027 sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Hailuki di Soreang, Selasa (4/8/2026).
Ia menilai keberadaan TPPAS Legok Nangka menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu di Kabupaten Bandung. Namun, menurutnya, keberhasilan fasilitas tersebut tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan juga kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola sistem pengangkutan dan distribusi sampah.
Karena itu, Hailuki meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung mulai menyiapkan armada pengangkut, sumber daya manusia, serta sistem operasional sejak dini. Persiapan tersebut dinilai penting agar saat TPPAS Legok Nangka mulai beroperasi, seluruh kapasitas pengolahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Jangan sampai fasilitasnya sudah siap, tetapi armada dan sistem operasionalnya belum mendukung. Semua harus dipersiapkan dari sekarang agar TPPAS Legok Nangka benar-benar menjadi solusi penanganan sampah di Kabupaten Bandung,” ujarnya.***







