Bale Bandung

Danlanud; Utamakan Kualitas Tanamkan Sikap Tanpa Pamrih

×

Danlanud; Utamakan Kualitas Tanamkan Sikap Tanpa Pamrih

Sebarkan artikel ini
Danlanud Sulaiman Kolonel Pnb M. Syafii, S.IP., menyerahkan tropy kepada siswa lulusan terbaik Susbamenjur Pas A-12 Serka Hadi Mulyono usai upacara penutupan di Gd. Misdiyitno Skadik 204 Lanud Sulaiman, Kec.Margahayu, Kab.Bandung. by Pentak Lanud Sulaiman.
Danlanud Sulaiman Kolonel Pnb M. Syafii, S.IP., menyerahkan tropy kepada siswa lulusan terbaik Susbamenjur Pas A-12 Serka Hadi Mulyono usai upacara penutupan di Gd. Misdiyitno Skadik 204 Lanud Sulaiman, Kec.Margahayu, Kab.Bandung. by Pentak Lanud Sulaiman.

MARGAHAYU – Dengan mengutamakan kualitas dan selalu menanamkan sikap bekerja tanpa pamrih  serta kesadaran yang tinggi, apapun jenis tugas yang dilakukan, semuanya akan bermuara pada terlaksananya tugas-tugas TNI Angkatan Udara.

“Gemblengan fisik, mental, dan akademik di tengah-tengah kehidupan pendidikan yang telah dilalui memang bertujuan untuk membentuk para prajurit yang berkualitas, berdedikasi tinggi, dan bermental baja”, tegas Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii,S.IP., dalam amanatnya pada upacara penutupan pendidikan Susbamenjur (Kursus Bintara Manajemen Kejuruan) Paskhas Angkatan ke-12, di Gedung Misdiyitno Skadik 204 Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab. Bandung, Rabu (4/5/16).

Danlanud menyampaikan seorang prajurit paskhas harus dapat menempatkan diri secara proporsional. Dalam arti, bagaimanapun kondisi dan situasinya, para lulusan harus berusaha untuk bisa menjadi prajurit yang dapat mematuhi segala peraturan dan menegakkan disiplin serta menjadi prajurit yang taat hukum.

Serka Hadi Mulyono asal kesatuan Bravo 90 Paskhas ditetapkan sebagai lulusan terbaik Susbamenjur Paskhas Angkatan ke-12 yang dilaksanakan di Skadron Pendidikan 204 Lanud Sulaiman selama tiga bulan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]