Bale Bandung

Yena Iskandar Ma’soem Ungguli Polling Times untuk Pilbup Bandung 2020

×

Yena Iskandar Ma’soem Ungguli Polling Times untuk Pilbup Bandung 2020

Sebarkan artikel ini

CILEUNYI, Balebandung.com – Bakal calon Bupati Bandung dari PDI Perjuangan Yena Iskandar Masoem berada di peringkat pertama pada polling online yang digelar TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) sejak Senin (16/12/19) lalu. Kendati posisinya kerap berubah karena disusul balonbup lain seperti Gun gun Gunawan (PKS) dan Sahrul Gunawan (Nasdem), namun dalam dua hari ini Yena tetap bisa di posisi puncak.

Sementara di posisi keempat ada Mulyana (independen) dan balonbup dari golkar Dadang Supriatna di posisi kelima. Hingga Rabu (18/12) pukul 08.30 WIB, Yena masih berada di posisi pertama dengan raihan 24,16% dari total 4.574 pemilih yang telah berpartisipasi.

Sedangkan Gun Gun Gunawan meraih 23,79% pemilih dan di posisi ketiga Sahrul Gunawan meraih 23,37% pemilih. Pada peringkat keempat Mulyana mendapat 11,13% pemilih dan Dadang Supriatna 9,27% pemilih.

Sisanya ditempati Deding Ishak (Golkar) 3,63% pemilih, Ahmad Dimyathi Atmawijaya (PDI Perjuangan) 1,81% pemilih dan Harjoko Sangganagara (PDI Perjuangan) 1,18%. Sementara yang masih di posisi nol koma persen ada Kurnia Agustina Naser (Golkar), Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB), Anang Susanto (Golkar), Asep Syamsuddin (PKB), Suginato (Golkar), Dony Mulyana (Demokrat), dan Deden Rukman Rumaji (Golkar).

Kelima belas nama balonbup diambil berdasar pada pencalonan balonbup ke parpol dan balon yang menjadi figur dan banyak diperbincangkan dari parpol lainnya. Hingga pukul 09.00, sudah 4.595 vote yang masuk. Sementara waktu vote masih kurang 88 hari lagi.

Balonbup dari PDI Perjuangan Yena Iskandar Ma’soem sejauh ini memang disebut-sebut bakal lolos sebagai calon bupati dari PDI Perjuangan di ajang Pilkada Kab Bandung 2020. Hal ini dinilai karena Yena tak lepas dari nama keluarga besar Al Masoem yang sudah melekat di benak masyarakat Kabupaten Bandung, yang dianggap mampu mendongkrak popularitas Yena sendiri sebagai balonbup. Terlebih lagi Yena ini lahir dan dibesarkan di Kabupaten Bandung tepatnya di Kecamatan Cileunyi.

Selain popularitas yang cukup bagus, kapasitas Yena sebagai praktisi dan pengusaha farmasi khususnya apoteker dan punya klinik kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung, juga dipercaya akan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga indeks pembangunan manusia di bidang kesehatan bisa meningkat.

Yena memang lahir dan besar dari keluarga pedagang, sehingga ia sudah punya bekal dalam upaya meningkatkan perekonomian Kabupaten Bandung, sehingga indikator ekonomi daya beli masyarakat juga bisa meningkat. Selebihnya dilihat dari visi misi dan prestasinya, Yena pun dinilai mampu untuk memimpin masyarakat Kabupaten Bandung lima tahun ke depan.

Menanggapi hal ini Yena Iskandar Masoem menyatakan dirinya bersyukur jika dirinya berada di peringkat pertama polling online TIMES Indonesia, kendati ia masih bersaing sengit dengan dua balonbup lainnya. Termasuk ramainya opini yang berkembang di masyarakat bahwa dirinya yang akan lolos sebagai Balonbup dari PDI Perjuangan.

Yena mengaku senang dengan popularitasnya, meski ia sendiri baru mensosialisasikan pencalonannya dalam dua bulan belakangan ini, tapi sudah bisa menyalip beberapa politisi yang lebih lama.

“Ya, alhamdulillah, saya sangat bersyukur kalau memang masyarakat menilai seperti itu, buat saya sendiri ini sangat menggembirakan, termasuk dilihat dari hasil polling online yang digelar TIMES Indonesia. Saya berharap akan terus berkembang penilaian di masyarakat seperti itu sampai nanti waktunya tiba pada saat pengumuman dari DPP PDI Perjuangan siapa yang berhak mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai calon bupati dari PDI Perjuangan,” ucap Yena.

Ia pun menyatakan optimis bisa lolos mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk menjadi calon Bupati Bandung. “Ya, saya tetap optimis. Makanya saya maju mencalonkan diri juga karena saya optimis bisa lolos menjadi calon bupati,” pungkasnya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]