Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/baleband/public_html/index.php:1) in /home/baleband/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/class-counter.php on line 1779
Yusuf Ali Tantowi dan Gagasan Baru Membaca Bahasa Al-Qur’an hingga Nalar Hukum | Bale Bandung
Bale Bandung

Yusuf Ali Tantowi dan Gagasan Baru Membaca Bahasa Al-Qur’an hingga Nalar Hukum

×

Yusuf Ali Tantowi dan Gagasan Baru Membaca Bahasa Al-Qur’an hingga Nalar Hukum

Sebarkan artikel ini

balebandung.com – Bahasa Al-Qur’an tidak selalu menyampaikan hukum secara langsung. Ada ungkapan-ungkapan yang tampak halus dan tidak eksplisit, tetapi justru memiliki konsekuensi hukum yang penting. Dari persoalan inilah buku Dari Bahasa ke Hukum: Kinayah Al-Qur’an, Kognisi, dan Nalar Fikih karya Yusuf Ali Tantowi, Syihabuddin, dan Dadang Sudana bergerak. Buku ini mencoba mempertemukan kajian bahasa Al-Qur’an, khususnya kinayah, dengan linguistik kognitif, tafsir ayat ahkam, usul fikih, dan fikih.

Gagasan utama buku ini menarik karena kinayah tidak diposisikan sekadar sebagai gaya bahasa atau cara menyampaikan sesuatu secara halus. Penulis melihatnya sebagai bagian dari mekanisme pembentukan makna yang dapat berhubungan dengan pemahaman dan penetapan hukum. Dalam pendahuluan dijelaskan bahwa makna sebuah ungkapan Al-Qur’an tidak hanya dibentuk oleh kata-kata secara tekstual, tetapi juga berkaitan dengan konteks, pengalaman manusia, persepsi, budaya, dan proses kognitif.

Yang kemudian menjadi kekuatan buku ini adalah pendekatan lintas disiplin. Penulis tidak berhenti pada balaghah klasik, tetapi membawa konsep seperti image schema, conceptual metaphor theory, frame semantics, mental spaces, dan conceptual blending untuk membaca bagaimana sebuah makna terbentuk dalam pikiran manusia. Struktur buku memperlihatkan perjalanan tersebut, mulai dari bahasa hukum Al-Qur’an, tradisi balaghah dan fikih, linguistik kognitif, hingga analisis ayat-ayat kinayah dan implikasinya terhadap istinbat hukum.

Puncak tawaran metodologis buku ini terdapat pada Model IDRAK TANTOWI. Model tersebut bukan sekadar istilah baru, tetapi dirancang sebagai prosedur pembacaan yang terdiri dari lima tahap: identifikasi dan verifikasi korpus ayat, deskripsi dan validasi balaghah, rekonstruksi konseptual-kognitif, analisis dalalah usuli, dan komparasi hukum empat mazhab. Model ini juga dirancang agar proses analisis dapat ditelusuri dan diaudit kembali melalui sumber-sumber yang digunakan.

Menariknya, penulis tidak menjadikan pendekatan kognitif sebagai pengganti tafsir, usul fikih, atau fikih. Sebaliknya, IDRAK TANTOWI ditempatkan sebagai jembatan metodologis yang menghubungkan berbagai disiplin tersebut. Contoh penerapannya terhadap QS. An-Nisa ayat 43 menunjukkan bagaimana sebuah ungkapan kinayah dibaca mulai dari konteks, balaghah, konstruksi kognitif, dalalah, hingga perbandingan mazhab.

Catatan kritisnya, buku ini memiliki tingkat kepadatan akademik yang cukup tinggi. Istilah linguistik kognitif, balaghah, usul fikih, dan metodologi analisis muncul berlapis sehingga pembaca awam kemungkinan akan membutuhkan pengetahuan dasar sebelum dapat mengikuti seluruh argumentasinya. Namun bagi mahasiswa, peneliti Al-Qur’an, ahli bahasa Arab, maupun pengkaji hukum Islam, kepadatan tersebut justru menjadi nilai tambah karena membuka ruang dialog antara tradisi keilmuan klasik dan pendekatan kontemporer.

Pada akhirnya, buku ini menawarkan satu gagasan penting: memahami hukum dari Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca apa yang tertulis, tetapi juga perlu memahami bagaimana bahasa membentuk makna, bagaimana makna diproses dalam kognisi, dan bagaimana makna tersebut kemudian berhubungan dengan penalaran hukum. Penutup buku kembali menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner agar kajian bahasa dan hukum Islam dapat berkembang lebih kontekstual, modern, dan tetap relevan.

Penilaian: buku ini kuat sebagai karya akademik yang berani mempertemukan balaghah Al-Qur’an, linguistik kognitif, dan nalar fikih dalam satu kerangka analisis. Bukan bacaan ringan, tetapi justru di situlah nilai utamanya: menawarkan cara baru untuk melihat bahwa bahasa Al-Qur’an dapat menjadi pintu masuk menuju pemahaman hukum yang lebih mendalam.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS mengingatkan ASN agar penghasilan yang diperoleh tidak digunakan untuk aktivitas yang merusak, termasuk judi online. Sebaliknya, ia mendorong ASN memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak dan sedekah (ZIS). Pesan itu disampaikan KDS dalam Siraman Rohani bagi pegawai Pemkab Bandung di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin (5/10/2026). […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Akademisi Telkom University (Tel-U) Lia Yuldinawati meraih penghargaan Innovator of the Year dalam ISOUL Women Leadership Award 2026 di Paris, Jumat (3/10). Lia menjadi satu-satunya pemenang dari kawasan Asia dalam ajang tersebut. Lia yang juga menjabat Kepala Program Pengembangan Tel-U dinilai unggul melalui inovasi Ladyverse, platform yang membantu pelaku usaha perempuan memanfaatkan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – DPRD Kabupaten Bandung mendorong pemerintah daerah mempercepat pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung. Selama ini, pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) masih dilakukan melalui kerja sama dengan BNN Kota Cimahi. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki menilai keberadaan BNN di tingkat kabupaten sudah menjadi kebutuhan […]

Bale Bandung

CICALENGKA, balebandung.com – Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto menemui Agus, pedagang keliling sapu lidi di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (2/10/2026). Pertemuan itu berlangsung di tengah agenda pengecekan wilayah hukum Polsek Rancaekek dan Polsek Cicalengka. Tri berbincang langsung dengan Agus yang selama ini berjualan sapu lidi keliling untuk memenuhi kebutuhan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Mengelola kekayaan tidak lagi cukup dengan menghitung pertumbuhan aset dan mencari instrumen investasi dengan imbal hasil terbaik. Perubahan ekonomi, risiko bisnis, kesehatan hingga kesiapan generasi penerus membuat keputusan finansial semakin berkaitan dengan tujuan hidup dan keberlanjutan apa yang telah dibangun. Perspektif itulah yang diangkat Permata Bank melalui Wealth Wisdom 2026 di Bandung. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Gerakan infak melalui program Jumat Berkah di Kecamatan Katapang tak sekadar mengumpulkan dana. Sebanyak 29 SD negeri dan swasta di wilayah tersebut berhasil menghimpun infak sebesar Rp17.746.500 yang kemudian diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Bandung. Penyerahan infak berlangsung di SDN Juntigirang 3, Kamis (1/10/2026), dihadiri para pengawas, Ketua K3S Kecamatan Katapang Dindin Nurodin, […]