Bale Bandung

60 Titik di 4 Kecamatan Jadi Lokasi Program Adipura

×

60 Titik di 4 Kecamatan Jadi Lokasi Program Adipura

Sebarkan artikel ini
adipura
adipura

SOREANG – Jelang program Adipura, sebagai program kerja dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemkab Bandung menunjuk 4 kecamatan sebagai titik pantau penilaian, yakni Kecamatan Soreang, Katapang, Margahayu dan Kutawaringin.

“Ada 4 Kecamatan ini akan menjadi titik pantau pada penilaian Adipura. Penilaian capaian kinerja meliputi aspek kebersihan, sampah terolah, pengoperasian tempat pemprosesan akhir, dan ruang terbuka hijau (RTH),” sebut Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH.,M.Ip saat rakor dan evaluasi Adipura di Bale Sawala Soreang, Kamis (9/3/17).

Penilaian tersebut, kata bupati, mewakili kondisi keseluruhan sarana dan prasarana yang dipantau, yakni sistem manajemen di bidang pengelolaan sampah dan RTH. Untuk aspek RTH, aspek yang dinilai meliputi sebaran dan fungsi peneduh, penataan dan perawatan RTH, keanekaragaman hayati, kemudahan akses dan fungsi serapan air.

Sebagai program dengan lingkup nasional, untuk mewujudkan wilayah yang berwawasan lingkungan, menuju pembangunan berkelanjutan, Dadang menuturkan, Adipura ini bertujuan mendorong kepemimpinan pemkab dan membangun partisipasi aktif masyarakat.

“Program ini bertujuan untuk membangkitkan kepemimpinan dan membangun partisipasi aktif masyarakat juga dunia usaha untuk mewujudkan wilayah yang berkelanjutan secara ekologis, sosial dan ekonomi,” terangnya.

Mekanisme dalam penilaian program Adipura akan dilakukan berdasarkan 3 ketentuan, yakni pemantauan awal, tahap verifikasi atau pemantauan yang dilakukan untuk mengevaluasi nilai capaian kinerja pada pemantauan sebelumnya. “Ketentuan kedua yakni dengan periode pemantauan berjalan dan kondisi faktual wilayah yang dilakukan Tim KLHK,” imbuhnya.

Menurutnya ada 60 orang kader lingkungan yang nantinya akan disebar di 4 Kecamatan. Ia berharap, dengan dilakukannya program ini, peningkatan kinerja pengelolaan dan mekanisme mengenai lingkungan bisa berdampak bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung.

Penghargaan Adipura meliputi Adipura Buana untuk kabupaten/kota yang memiliki kinerja pengelolaan lingkungan yang baik. Penggabungan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk wilayah layak huni, tercermin dari masyarakat yang peduli lingkungan.

Sementara Kategori Adipura Kirana untuk kinerja pengelolaan yang menggabungkan lingkungan sosial, ekonomi, transparansi, akuntabilitas, mandiri dan tanggungjawab. Sedangkan Adipura Paripurna diberikan pada kabupaten/kota yang memenuhi syarat sebagai wilayah berkelanjutan dan merupakan penghargaan tertinggi. Kemudian Bhakti Adipura diberikan pada tokoh perseorangan yang berkontribusi tinggi dalam pengembangan dan penerapan Adipura secara nasional,.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]