Bale Bandung

Hore! Bupati Bandung Naikkan Insentif Kuncen Situs Budaya

×

Hore! Bupati Bandung Naikkan Insentif Kuncen Situs Budaya

Sebarkan artikel ini

bb-kuncen1SOREANG – Bupati Bandung Dadang M Naser menaikkan insentif bagi 110 juru pelihara (kuncen) situs cagar budaya atau situs bersejarah yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. Perhatian Pemkab Bandung terhadap para kuncen ini belum pernah dilakukan bupati sebelumnya, kecuali pada masa kepemimpinan Bupati Bandung Dadang M Naser yang dimulai sejak tahun anggaran 2012.

Insentif yang diberikan yang tadinya sebesar Rp150 ribu perbulannya kepada 110 kuncen dari 86 situs budaya yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, kini naik menjadi Rp250 ribu per bulan. Namun pencairannya dilakukan per triwulan sehingga dalam tiga bulan mereka mendapatkan Rp750 ribu dan dalam setahun setiap kuncen mendapatkan Rp3 juta.

Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung, Dedi Sutardi mengakui dengan kenaikan insentif bagi para kuncen ini menunjukkan Bupati Bandung sangat concern terhadap budaya daerahnya sendiri.

Dedi menerangkan insentif tersebut diberikan sebagai ungkapan terima kasih dari Bupati Bandung atas kesukarelaan mereka yang selama ini turut berpartisipasi mengamankan dan memelihara cagar budaya yang ada di Kabupaten Bandung.

“Seiring dengan kenaikan insentif bagi para juru pelihara situs cagar budaya ini dan kuota kuncen yang mendapat insentif ditambah, Bapak Bupati pun meminta agar pada kuncen selain menjaga situs budaya, juga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alam di sekitar situs yang dijaganya,” ungkap Dedi kepada Balebandung.com, Selasa (12/7/16).

Dedi menjelaskan pemberian insentif ini juga dilandasi Undang-undag No. 11/2010 tentang Cagar Budaya di mana tercantum setiap pemerintah daerah wajib melindungi tiap cagar budaya yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Nah, karena Pemkab Bandung merasa belum bisa melindungi semua situs budaya yang totalnya mencapai ratusan itu, maka partisipasi masyarakat di sekitar lokasi situs sangat penting peranannya. Maka dari itu Pemkab Bandung memberikan insentif kepada mereka sebagai ungkapan kadeudeuh atau terima kasih atas jasa mereka selama ini dalam melestarikan dan mengamankan situs-situs budaya,” terang Dedi.

Dedi pun mengakui pihaknya sudah lama mengajukan program insensif bagi para kuncen ini, namun baru disetujui pada masa pemerintahan Bupati Bandung Dadang M Naser.

“Ini pertama kalinya Bapak Bupati Bandung Dadang Naser yang memberikan insensif. Padahal bupati sebelumnya tidak pernah ada yang peduli. Hal ini menunjukkan bukti kepedulian Bupati Dadang Naser terhadap kebudayaan di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Pihaknya meyakini situs budaya bukan sekadar memiliki nilai sejarah budaya atau peninggalan masa lampau, tapi juga menunjukkan karakter masyarakat Kabupaten Bandung yang berbudaya, serta memiliki kontribusi sosial dan ekonomi baik kepada warga di sekitar situs maupun Kabupaten Bandung dan Jawa Barat secara luas.

“Karena itu sangat wajar jika keberadaan para juru kunci ini harus mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat seperti yang dilakukan Bapak Bupati Bandung,” ucap Dedi. [iwa]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, terkait dugaan pungutan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas. Pengawas SD Kecamatan Pasirjambu Hj. Tati Rohaeti, S.Pd., M.Pd. memastikan seluruh uang yang telanjur terkumpul dari orang tua telah dikembalikan. Sementara kegiatan pelepasan […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Rumah Layak Huni Baznas milik Lisna, warga Kampung Nagrak RT 03 RW 02, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – PD-PKPNU Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mardhotillah, di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu 3-5 Juli 2026. Lokasi pesantren berada di wilayah Desa Sukamulya yang relatif mudah dijangkau dari Jalan Raya Rancaekek-Majalaya. Kemudian cari arah Jalan Rancabeureum, jika dari Dangdeur Rancaekek […]

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik setelah Yunita ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan, khusunya yang melanda Kecamatan Bojongsoang. Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Pemkab Bandung juga membuka opsi relokasi warga yang selama ini tinggal di wilayah langganan genangan. Menariknya, proses penanganan banjir tersebut akan melibatkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Minat calon peserta mengikuti Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar melalui aplikasi Siskader NU telah mencapai 100 orang. Ketua Panitia PD-PKPNU Angkatan XI-Rancaekek, Aan Aliyudin mengatakan, angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan warga Nahdliyin untuk mengikuti kaderisasi […]