Bale Bandung

Warga di 28 Desa di Kab Bandung Masih Rentan Rawan Pangan, Dispakan Gelar Pemetaan

×

Warga di 28 Desa di Kab Bandung Masih Rentan Rawan Pangan, Dispakan Gelar Pemetaan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat sosialisasi peta ketahanan dan kerentanan pangan, di Grand Sunshine Soreang, Rabu (24/9/25). 

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan data ketahanan dan kerentanan pangan sangat penting untuk diketahui jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala desa, lurah,  maupun Puskesos di Kabupaten Bandung.

“Jangan sampai jajaran ini tidak tahu kondisi lapangan,” pesan bupati saat sosialisasi peta ketahanan dan kerentanan pangan (FSVA/Food Security and Vulnerability Atlas), di Grand Sunshine Soreang, Rabu 24 September 2025.

Dengan peta ketahanan dan kerentanan pangan pula diharapkan setiap desa menyampaikan informasi mana kategori sangat rentan dan seterusnya.  “Dengan klasifikasi satu sampai enam dan ini tidak keluar dari desil 1,” kata Bupati Bandung.

Bupati Kang DS menyebutkan desil satu ini sudah menggambarkan kategori miskin ekstrem, di antaranya masyarakat yang masuk peta ketahanan dan kerentanan pangan.

“Peta ketahanan pangan ini penting untuk data base, yang selanjutnya masuk ke aplikasi yang sudah disiapkan oleh Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Bandung,” ujar Kang DS

Setelah diketahui dan datanya lengkap, lanjut dia, pemerintah kemudian menganggarkan untuk apa yang harus dilakukan dan kaji.

Ia menegaskan data kerentanan pangan ini salah satu bagaimana memberikan perhatian kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Akhir dari perjuangan itu, bagaimana supaya masyarakat itu tidak rentan pangan lagi. Kita berharap desil satu ini naik kelas. Untuk itu, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya

Bupati Kang DS menyebutkan ada sebanyak 28 desa di Kabupaten Bandung yang masuk peta kerawanan pangan. Tetapi sebenarnya kata dia, di semua desa juga ada di mana masyarakat masuk kategori rawan pangan. Hanya saja kategorinya berbeda antara rawan pangan tinggi, sedang, maupun rendah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan sosialisasi diseminasi hasil FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas) Kabupaten Bandung  bertujuan untuk memperkuat kebijakan daerah dalam upaya peningkatan ketahanan pangan.

“FSVA merupakan alat analisis berbasis data spasial dan indikator yang digunakan untuk memetakan tingkat ketahanan dan kerentanan pangan di setiap wilayah hingga tingkat kecamatan dan desa,” kata Uka.

Kadispakan menjelaskan penyusunan FSVA didasarkan pada tiga pilar utama ketahanan pangan, yaitu pertama ketersediaan pangan, kedua akses terhadap pangan, dan ketiga pemanfaatan pangan.

“Melalui pemetaan ini, kita dapat melihat secara objektif wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori rawan pangan tinggi, sedang, maupun rendah, sehingga menjadi dasar untuk kebijakan intervensi secara tepat sasaran,” terang Uka.

Pihaknya telah melakukan beberapa tahapan kegiatan analisis indikator ketahanan dan kerentanan pangan.  Antara lain pengumpulan data dari berbagai sumber (BPS, OPD terkait, dan data lapangan). Pemetaan wilayah rentan rawan pangan menggunakan sistem informasi geospasial.

“Setelah koordinasi dan validasi dengan dinas dan pihak terkait di lapangan, hari ini merupakan diseminasi hasil FSVA kepada seluruh pemangku kepentingan,” kata dia.

Dari hasil analisis FSVA, kata Uka, masih terdapat beberapa kecamatan dan desa yang termasuk dalam kategori rentan terhadap kerawanan pangan. Terutama karena faktor geografis, aksesibilitas, dan tingkat kemiskinan.

Namun demikian, lanjutnya, ada pula tren positif di beberapa wilayah yang menunjukkan peningkatan ketahanan pangan, sebagai hasil dari intervensi program yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap hasil FSVA ini dapat menjadi referensi utama dalam penyusunan kebijakan daerah, perencanaan program lintas sektor, serta penentuan lokasi prioritas intervensi, baik dalam skala daerah maupun melalui dukungan provinsi dan pusat,” kata Uka.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung menunjukkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung. Dalam bahan evaluasi Pemkab Bandung, BUMD sektor perbankan tersebut disebut telah memenuhi 100 persen target setoran dividen dengan nilai sekitar Rp78 miliar. Capaian itu mendapat apresiasi Bupati Bandung KDS dalam rapat koordinasi pemerintah daerah di Gedung M. Toha, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – H. Asep Sahrial atau Asep Awing resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung periode 2026–2029. Ia menyerahkan formulir pencalonan kepada panitia di Sekretariat PWI Kabupaten Bandung, Jalan Ciloa, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Senin (26/10/2026). Asep Awing membawa visi mewujudkan PWI yang mandiri, profesional, berintegritas, dan berdaya saing di […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Telkom University (Tel-U) membekali 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner binaan Yayasan Al Mu’min Griya Bandung Indah dengan strategi pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI) serta teknik produksi makanan yang efisien dan higienis. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat daya saing produk sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan pemasaran […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Rustandi, wartawan Jurnal Soreang, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung periode 2026–2029. Pendaftaran tersebut berlangsung di Sekretariat PWI Kabupaten Bandung, Jalan Ciloa No. 1, sebagai bagian dari tahapan menjelang konferensi organisasi wartawan tersebut. Ketua panitia konferensi, Ziyan M. Nasyith, menyatakan pendaftaran bakal calon merupakan bagian […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Sebanyak 3.000 mahasiswa Telkom University (Tel-U) bersiap terjun langsung ke masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik pengelolaan sampah. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah. Pelepasan mahasiswa KKN Tematik tersebut dilakukan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman […]

Bale Bandung

ARJASARI, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong pelestarian seni ketangkasan Domba Garut agar tidak hanya menjaga warisan budaya Sunda, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Tradisi yang lekat dengan identitas masyarakat Pasundan ini dinilai memiliki potensi untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, menyampaikan hal tersebut […]